General · August 9, 2026
Lintasarta Gandeng Asbanda Percepat Transformasi Digital BPD
Lintasarta dan Asbanda menjalin kerja sama untuk mendorong transformasi digital Bank Pembangunan Daerah se-Indonesia, memperkuat infrastruktur teknologi perbankan daerah.
Apa yang terjadi
Lintasarta menjalin kerja sama dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) untuk mendorong transformasi digital di lingkungan Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia. Kolaborasi ini menyasar penguatan infrastruktur dan kapabilitas teknologi di bank-bank daerah anggota Asbanda, sejalan dengan agenda digitalisasi sektor perbankan nasional.
Sebagai perusahaan solusi teknologi informasi dan komunikasi, Lintasarta memposisikan kerja sama ini sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya BPD memperkuat layanan berbasis digital. Belum ada rincian teknis lebih lanjut mengenai lingkup proyek, nilai kerja sama, atau linimasa implementasi yang diungkap dalam pemberitaan.
Mengapa ini penting
Bagi sektor perbankan daerah, transformasi digital bukan sekadar urusan teknologi belakang layar — ia langsung memengaruhi bagaimana nasabah mengakses layanan, seberapa cepat transaksi diproses, dan seberapa konsisten pengalaman antar cabang maupun kanal digital. BPD selama ini kerap tertinggal dari bank nasional dalam hal kematangan digital, sehingga kerja sama semacam ini berpotensi mempersempit kesenjangan pengalaman antara nasabah di daerah dan nasabah bank-bank besar berbasis di kota besar.
Dari sudut pandang desain layanan, keberhasilan inisiatif seperti ini akan sangat bergantung pada bagaimana lapisan teknologi baru diterjemahkan menjadi pengalaman yang terasa lebih mudah, cepat, dan personal bagi nasabah — bukan sekadar migrasi sistem semata.
Pandangan Renascence
Kerja sama antara penyedia infrastruktur TIK dan asosiasi bank daerah adalah langkah struktural yang lazim menjadi fondasi transformasi digital di sektor perbankan berbasis wilayah. Namun nilai sesungguhnya bagi nasabah baru akan terlihat setelah investasi ini diterjemahkan ke titik-titik interaksi nyata.
Infrastruktur digital yang baru sering dianggap otomatis meningkatkan pengalaman nasabah, padahal dampaknya baru terasa jika diikuti perubahan pada proses layanan, pelatihan staf cabang, dan desain antarmuka yang mudah dipahami masyarakat di berbagai daerah. BPD yang ingin benar-benar unggul perlu memastikan modernisasi back-end ini dibarengi dengan pemetaan ulang perjalanan nasabah, terutama bagi segmen yang masih bergantung pada layanan tatap muka. Tanpa itu, transformasi digital berisiko berhenti sebagai proyek teknologi, bukan peningkatan pengalaman.
Sources
This briefing was written by the Renascence newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.