Umum · 1 Oktober 2026
Puluhan Guru SD dan SMP di Bojonegoro Ikuti Pelatihan IoT Digital 5.0, Dorong Teknologi untuk Pembelajaran
Puluhan Guru SD dan SMP di Bojonegoro Ikuti Pelatihan IoT Digital 5.0, Dorong Teknologi untuk Pembelajaran Pemkab Bojonegoro
Apa yang terjadi
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menggelar pelatihan Internet of Things (IoT) bertajuk "Digital 5.0" bagi puluhan guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah tersebut. Pelatihan ini diselenggarakan untuk mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses belajar-mengajar di satuan pendidikan dasar dan menengah.
Program ini merupakan inisiatif Pemkab Bojonegoro yang menyasar tenaga pendidik sebagai ujung tombak penerapan teknologi di ruang kelas, dengan fokus memperkenalkan konsep dan aplikasi IoT sebagai bagian dari upaya modernisasi pembelajaran di tingkat daerah.
Mengapa ini penting
Pelatihan semacam ini menandai langkah pemerintah daerah dalam memperluas transformasi digital hingga ke sektor pendidikan dasar, bukan hanya di layanan publik administratif. Dengan membekali guru pengetahuan dasar IoT, Pemkab Bojonegoro berupaya memastikan adopsi teknologi tidak berhenti di level kebijakan, tetapi benar-benar sampai ke praktik pengajaran sehari-hari.
Bagi pemangku kebijakan transformasi digital di sektor publik, inisiatif ini menggambarkan pola yang lebih luas: keberhasilan digitalisasi layanan—termasuk pendidikan—sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia di garis depan. Investasi pada pelatihan guru menjadi penentu apakah teknologi baru benar-benar mengubah pengalaman belajar siswa, atau hanya menjadi wacana tanpa implementasi nyata.
Pandangan Renascence
Cerita ini kecil secara skala, tetapi relevan sebagai indikator arah kebijakan digitalisasi di tingkat kabupaten, khususnya bagaimana pemerintah daerah mulai menautkan agenda "Society 5.0" atau transformasi digital nasional ke ruang kelas yang paling dasar.
Yang sering terlewat dari program pelatihan teknologi untuk guru adalah bahwa keberhasilannya tidak diukur dari jumlah peserta yang hadir, melainkan dari seberapa jauh keterampilan baru itu benar-benar diterapkan di kelas setelah pelatihan usai. Prinsip desain layanan yang relevan di sini adalah "adopsi mengikuti kepercayaan diri": guru perlu merasa mampu dan didukung secara berkelanjutan, bukan sekadar diperkenalkan sekali pada istilah seperti IoT. Pemerintah daerah yang serius soal transformasi digital pendidikan sebaiknya merancang pendampingan lanjutan dan mekanisme evaluasi dampak di kelas, bukan berhenti pada seremoni pelatihan.
Sumber-sumber
Briefing ini ditulis oleh Newsdesk kami, mensintesis laporan dari media di bawah ini. Ikuti tautan untuk liputan aslinya.
Lainnya di Umum
Tetap terdepan dalam CX
Dapatkan sinyalnya, bukan kebisingannya.
Kisah-kisah yang membentuk pengalaman pelanggan — ditambah Jurnal dan Experience Loom — di kotak masuk Anda.
