Marketing · 7 October 2026
Amazon Uji Coba Iklan di ChatGPT Lewat Amazon DSP
Amazon menguji layanan iklan terkelola di ChatGPT menggunakan platform Amazon DSP, menjadikan antarmuka percakapan AI sebagai kanal periklanan baru di luar ekosistemnya sendiri.
Apa yang terjadi
Amazon tengah menguji coba layanan iklan terkelola yang menempatkan iklan di dalam ChatGPT milik OpenAI, dengan memanfaatkan platform Amazon DSP (Demand-Side Platform) miliknya sendiri. Uji coba ini dimulai di Amerika Serikat dan menjadi langkah awal Amazon untuk menjadikan antarmuka percakapan berbasis kecerdasan buatan sebagai kanal periklanan baru.
Menurut laporan Marketing Dive dan Retail Dive, kemitraan ini memungkinkan pengiklan yang sudah menggunakan Amazon DSP untuk menampilkan iklan kepada pengguna ChatGPT. Langkah ini sejalan dengan tren yang lebih luas di mana platform percakapan AI mulai dilirik sebagai ruang komersial baru, bukan sekadar alat pencarian atau asisten informasi sehari-hari.
Kedua laporan menekankan bahwa format dan mekanisme penayangan iklan masih dalam tahap percontohan, sehingga detail teknis dan skala penuhnya belum sepenuhnya terungkap ke publik. Namun arah strategisnya jelas: Amazon ingin memperluas jangkauan infrastruktur iklannya ke permukaan digital di luar ekosistemnya sendiri.
Mengapa ini penting
Langkah ini menegaskan bahwa antarmuka obrolan berbasis AI tidak lagi hanya berfungsi sebagai alat produktivitas atau pencarian, melainkan mulai berevolusi menjadi kanal komersial yang menyerupai mesin pencari atau marketplace digital. Bagi Amazon, ini memperluas jangkauan Amazon DSP ke luar ekosistemnya sendiri — Amazon.com, Twitch, Fire TV — menuju ruang percakapan pihak ketiga dengan basis pengguna yang sangat besar.
Bagi pemimpin transformasi digital dan pengalaman pelanggan, perkembangan ini menandakan pergeseran penting: titik kontak merek kini berpotensi muncul di tengah percakapan AI, bukan hanya di halaman web atau aplikasi. Pemasar perlu memikirkan ulang bagaimana merek dapat hadir secara kontekstual dan relevan di ruang percakapan yang sifatnya personal, tanpa mengganggu alur interaksi yang dibangun atas dasar kepercayaan pengguna terhadap asisten AI mereka.
Pandangan Renascence
Memasukkan iklan ke dalam ruang percakapan AI adalah eksperimen berisiko tinggi terhadap kepercayaan pengguna. ChatGPT umumnya dipakai orang untuk berpikir, bertanya, dan menyelesaikan masalah — bukan untuk berbelanja secara eksplisit. Jika iklan terasa seperti gangguan terhadap alur pemikiran pengguna, dampaknya terhadap persepsi merek bisa jauh lebih negatif dibandingkan iklan yang sekadar diabaikan di mesin pencari konvensional.
Titik krusialnya bukan soal apakah iklan bisa disisipkan ke dalam chatbot, melainkan apakah penyisipan itu terasa relevan atau justru merusak momen kepercayaan yang telah dibangun pengguna dengan asisten AI mereka. Operator yang cermat akan menguji ambang toleransi pengguna secara hati-hati dan memperlakukan setiap keputusan penempatan iklan sebagai keputusan desain layanan, bukan sekadar keputusan monetisasi media.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Marketing
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


