About

The consultancy born at the intersection of behavioral economics and human experience.

NOW HIRING

Join a team reshaping how the world experiences brands.

View open roles →

COMPANY

GROW WITH US

CONNECT

Services

Comprehensive CX and management consulting for enterprise brands.

ALL SERVICES

Explore the full range of CX & management consulting services.

Browse all services →

CORE

SPECIALIST

Solutions

Structured solutions that turn CX ambition into measurable outcomes.

ALL SOLUTIONS

Explore every CX solution we offer.

Browse solutions →

STRATEGY & GOVERNANCE

DESIGN & DELIVERY

CULTURE & EXPERIENCE

Industries

A decade of CX transformation across the region's defining sectors.

ALL INDUSTRIES

See how we work across every sector.

Browse industries →

BUILT ENVIRONMENT

FINANCE & TECH

PEOPLE & MOBILITY

Products

Proprietary tools, platforms, and AI that power CX transformation.

ALL PRODUCTS

Explore the full Renascence product ecosystem.

Browse products →

AI & TECHNOLOGY

LEARNING & GAMES

PLATFORMS & TOOLS

AI PRODUCTS

Opinion

Insights, research, and conversations at the frontier of CX.

ReadExperience JournalArticles & research on CX, behavior, and transformation.Watch & listenExperience LoomOur video podcast on CX & behavior.CuratedCX NewsIndustry news that matters in CX, minus the noise.

Latest articles

Latest episodes

Latest news

Hub

Free tools, templates, and resources to advance your CX practice.

NEW · MANIFESTO

Burn the Deck. Ten Virtues. Zero Excuses. — read our manifesto for the brave consultant.

Start reading →

AI TOOLS

FREE TOOLS

LEARNING

CULTURE

Digital Transformation · 14 September 2026

Revolut Konfirmasi Kebocoran Data Pelanggan Lewat Permintaan Palsu

Revolut mengonfirmasi peretas memperoleh data pelanggan dengan menyamar sebagai lembaga pemerintah melalui permintaan data palsu; perusahaan telah memberi tahu pelanggan, regulator, dan aparat hukum.

Newsdesk
Curated briefing · 2 min read · 2 sources

Apa yang terjadi

Revolut, fintech asal Inggris dengan basis pengguna besar di berbagai pasar, mengonfirmasi bahwa pihaknya mengalami insiden keamanan data setelah pelaku kejahatan berhasil memperoleh data pelanggan melalui permintaan yang dipalsukan agar terlihat berasal dari lembaga pemerintah. Perusahaan menyatakan telah memberi tahu pelanggan yang terdampak, regulator, dan aparat penegak hukum sebagai bagian dari respons insiden tersebut.

Menurut pemberitaan TechCrunch dan Reuters, modus yang digunakan penyerang adalah menyamar sebagai otoritas resmi untuk mengajukan permintaan data yang tampak sah, sebuah teknik yang mengeksploitasi proses verifikasi permintaan hukum dari pihak eksternal. Revolut belum merinci secara publik skala penuh data yang terekspos, namun menegaskan bahwa langkah notifikasi dan pelaporan resmi telah dijalankan sesuai kewajiban regulasi.

Mengapa ini penting

Insiden ini menyoroti titik lemah yang sering luput dari perhatian dalam operasional lembaga keuangan digital: proses internal untuk memverifikasi dan merespons permintaan data dari pihak yang mengaku berwenang. Bagi perusahaan fintech yang mengelola data sensitif dalam skala besar, kegagalan pada satu titik verifikasi saja dapat berdampak langsung pada kepercayaan pelanggan, terlepas dari seberapa kuat sistem keamanan teknis mereka secara keseluruhan.

Bagi pemimpin di bidang pengalaman pelanggan dan transformasi digital, kejadian ini menjadi pengingat bahwa keamanan data bukan sekadar isu teknologi, melainkan juga isu desain proses dan tata kelola. Cara sebuah organisasi menangani, mengomunikasikan, dan memulihkan kepercayaan setelah insiden semacam ini sering menjadi faktor yang lebih menentukan reputasi jangka panjang dibandingkan insiden itu sendiri.

Pandangan Renascence

Yang mudah terlewat dari kasus ini bukan soal seberapa canggih serangannya, melainkan seberapa manusiawi titik kegagalannya: sebuah permintaan yang terlihat resmi, diproses oleh tim yang bekerja dalam tekanan waktu dan volume tinggi.

Sebagian besar pelanggaran data bukan gagal karena teknologi, tapi karena desain proses yang mengasumsikan permintaan “resmi” otomatis dapat dipercaya. Operator yang berorientasi pelanggan perlu memperlakukan setiap verifikasi identitas pihak eksternal sebagai titik risiko perilaku, bukan sekadar checklist kepatuhan — lengkap dengan jalur eskalasi, otentikasi berlapis, dan simulasi rutin agar tim garis depan tidak terjebak oleh kesan “otoritas” semata. Yang lebih penting lagi, kecepatan dan kejujuran dalam notifikasi kepada pelanggan terdampak akan menentukan apakah insiden ini dikenang sebagai kegagalan keamanan atau justru sebagai bukti tata kelola yang matang.

Sources

This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.

FAQ

Questions we get on this topic

Revolut mengonfirmasi mengalami insiden keamanan data setelah pelaku kejahatan memperoleh data pelanggan dengan mengajukan permintaan yang dipalsukan agar tampak berasal dari lembaga pemerintah resmi.

Menurut pemberitaan TechCrunch dan Reuters, penyerang menyamar sebagai otoritas resmi untuk mengajukan permintaan data yang terlihat sah, sehingga mengeksploitasi proses verifikasi permintaan hukum dari pihak eksternal.

Revolut menyatakan telah memberi tahu pelanggan yang terdampak, regulator, dan aparat penegak hukum sebagai bagian dari respons resmi terhadap insiden tersebut, meski skala penuh data yang terekspos belum dirinci secara publik.

Kasus ini menunjukkan bahwa kelemahan pada proses verifikasi permintaan data dari pihak yang mengaku berwenang dapat menjadi titik kegagalan kritis, terlepas dari kekuatan sistem keamanan teknis suatu perusahaan secara keseluruhan.

Stay ahead of CX

Get the signal, not the noise.

The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.