About

The consultancy born at the intersection of behavioral economics and human experience.

NOW HIRING

Join a team reshaping how the world experiences brands.

View open roles →

COMPANY

GROW WITH US

CONNECT

Services

Comprehensive CX and management consulting for enterprise brands.

ALL SERVICES

Explore the full range of CX & management consulting services.

Browse all services →

CORE

SPECIALIST

Solutions

Structured solutions that turn CX ambition into measurable outcomes.

ALL SOLUTIONS

Explore every CX solution we offer.

Browse solutions →

STRATEGY & GOVERNANCE

DESIGN & DELIVERY

CULTURE & EXPERIENCE

Industries

A decade of CX transformation across the region's defining sectors.

ALL INDUSTRIES

See how we work across every sector.

Browse industries →

BUILT ENVIRONMENT

FINANCE & TECH

PEOPLE & MOBILITY

Products

Proprietary tools, platforms, and AI that power CX transformation.

ALL PRODUCTS

Explore the full Renascence product ecosystem.

Browse products →

AI & TECHNOLOGY

LEARNING & GAMES

PLATFORMS & TOOLS

AI PRODUCTS

Opinion

Insights, research, and conversations at the frontier of CX.

ReadExperience JournalArticles & research on CX, behavior, and transformation.Watch & listenExperience LoomOur video podcast on CX & behavior.CuratedCX NewsIndustry news that matters in CX, minus the noise.

Latest articles

Latest episodes

Latest news

Hub

Free tools, templates, and resources to advance your CX practice.

NEW · MANIFESTO

Burn the Deck. Ten Virtues. Zero Excuses. — read our manifesto for the brave consultant.

Start reading →

AI TOOLS

FREE TOOLS

LEARNING

CULTURE

Digital Transformation · 24 August 2026

80% Warga Malawi Belum Pakai Internet Seluler, Ungkap Laporan GSMA

Laporan GSMA menemukan 80% penduduk Malawi masih belum menggunakan internet seluler meski cakupan jaringan sudah hampir menyeluruh, dengan potensi pertumbuhan ekonomi MWK 1,1 triliun jika kesenjangan ini ditutup.

Newsdesk
Curated briefing · 2 min read

Apa yang terjadi

GSMA merilis laporan baru yang menyoroti kesenjangan digital di Malawi: meskipun jaringan seluler kini menjangkau hampir seluruh wilayah negara, sekitar 80% penduduk Malawi masih belum menggunakan layanan internet seluler. Laporan tersebut memperkirakan bahwa menutup kesenjangan penggunaan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi senilai MWK 1,1 triliun.

Temuan ini menegaskan bahwa hambatan utama bagi inklusi digital di Malawi bukan lagi soal ketersediaan sinyal, melainkan faktor-faktor di sisi permintaan — seperti keterjangkauan perangkat dan paket data, literasi digital, serta relevansi layanan bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari. GSMA menempatkan temuan ini dalam kerangka jalan menuju akses digital yang lebih inklusif, dengan menyerukan intervensi yang menyasar sisi adopsi, bukan hanya perluasan infrastruktur.

Mengapa hal ini penting

Bagi pembuat kebijakan, operator telekomunikasi, dan penyedia layanan digital, laporan ini menggarisbawahi prinsip penting dalam transformasi digital: membangun jaringan saja tidak otomatis menciptakan penggunaan. Kesenjangan antara cakupan dan pemanfaatan menunjukkan bahwa desain layanan, harga, dan edukasi pengguna sama pentingnya dengan infrastruktur fisik — sebuah pelajaran yang relevan tidak hanya bagi Malawi, tetapi bagi pasar berkembang lain yang tengah mendorong inklusi digital dan keuangan.

Bagi lembaga keuangan, pemerintah, dan penyedia layanan publik yang bergantung pada kanal digital, potensi pertumbuhan MWK 1,1 triliun menjadi pengingat bahwa nilai ekonomi dari konektivitas hanya terwujud ketika masyarakat benar-benar mengadopsi dan mempercayai layanan tersebut — bukan sekadar berada dalam jangkauan sinyal.

Angka-angka penting

  • 80% penduduk Malawi diperkirakan masih belum menggunakan layanan internet seluler, meskipun cakupan jaringan hampir menjangkau seluruh negeri.
  • MWK 1,1 triliun adalah estimasi potensi pertumbuhan ekonomi yang dapat dicapai apabila kesenjangan penggunaan digital ini berhasil ditutup, menurut laporan GSMA.

Pandangan Renascence

Kisah ini sering dibaca sebagai masalah infrastruktur, padahal sesungguhnya ini adalah masalah pengalaman dan perilaku pengguna. Ketika jaringan sudah tersedia namun adopsi tetap rendah, akar masalahnya biasanya terletak pada bagaimana layanan dirancang, dijual, dan dijelaskan kepada masyarakat yang belum terbiasa dengan dunia digital.

Yang sering diabaikan dalam narasi "kesenjangan digital" adalah bahwa masalah sebenarnya jarang soal sinyal — melainkan soal kepercayaan, kejelasan nilai, dan friksi dalam pengalaman awal pengguna. Operator dan regulator yang benar-benar ingin menutup kesenjangan penggunaan perlu berinvestasi pada desain onboarding yang sederhana, edukasi kontekstual, dan model harga yang selaras dengan pola pengeluaran harian masyarakat — bukan sekadar memperluas menara sinyal dan berasumsi adopsi akan menyusul secara alami.

Sources

This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.

FAQ

Questions we get on this topic

Menurut laporan GSMA, sekitar 80% penduduk Malawi masih belum menggunakan layanan internet seluler, meskipun cakupan jaringan seluler kini menjangkau hampir seluruh wilayah negara.

GSMA memperkirakan menutup kesenjangan penggunaan internet seluler di Malawi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi senilai MWK 1,1 triliun.

Laporan menyebutkan hambatan utama bukan lagi soal ketersediaan sinyal, melainkan faktor sisi permintaan seperti keterjangkauan perangkat dan paket data, literasi digital, serta relevansi layanan bagi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Renascence menyarankan investasi pada desain onboarding yang sederhana, edukasi kontekstual, dan model harga yang selaras dengan pola pengeluaran harian masyarakat, bukan hanya memperluas infrastruktur jaringan.

Stay ahead of CX

Get the signal, not the noise.

The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.