Customer Experience · 10 August 2026
Home Depot Rombak Struktur Organisasi demi Pengalaman Pelanggan Mulus
Home Depot menyatukan operasional toko, digital, dan layanan pro ke satu struktur untuk menghilangkan friksi lintas saluran dan memperkuat pangsa pasar.
Apa yang terjadi
Home Depot mengumumkan penataan ulang struktur organisasi perusahaan, menggabungkan unit-unit bisnis yang sebelumnya berjalan terpisah — mencakup operasional toko fisik, platform digital, dan lini layanan bagi pelanggan profesional (pro) — ke dalam satu struktur operasi yang terpadu. Langkah ini secara eksplisit ditujukan untuk menghilangkan titik-titik gesekan yang dialami pelanggan saat berpindah antar saluran, sekaligus mendorong pertumbuhan dan memperkuat posisi pangsa pasar perusahaan.
Menurut pengumuman resmi perusahaan, restrukturisasi ini bertujuan menyatukan pengambilan keputusan dan akuntabilitas lintas saluran in-store, online, dan pro, yang selama ini beroperasi secara relatif independen satu sama lain.
Mengapa ini penting
Bagi peritel besar dengan jejak omnichannel yang kompleks, silo organisasi internal sering kali menjadi akar penyebab pengalaman pelanggan yang terasa terputus-putus — misalnya ketersediaan stok yang tidak sinkron antara toko dan situs, atau layanan pelanggan profesional yang tidak terhubung dengan pengalaman ritel umum. Penyatuan struktur operasi seperti ini adalah pengakuan bahwa pelanggan tidak melihat perusahaan berdasarkan divisi internalnya, melainkan sebagai satu entitas tunggal yang harus konsisten di setiap titik kontak.
Dari sudut pandang ekonomi perilaku, fragmentasi organisasi menciptakan beban kognitif tambahan bagi pelanggan: mereka dipaksa "menerjemahkan" kebijakan, harga, atau ketersediaan produk yang berbeda-beda antar saluran. Dengan menyelaraskan struktur internal terhadap perjalanan pelanggan yang sebenarnya, perusahaan berpotensi mengurangi friksi tersebut dan mempercepat pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada pengalaman di lapangan.
Sudut Pandang Renascence
Pengumuman semacam ini sering dibingkai sebagai berita CX, padahal secara substansi ia adalah berita tata kelola organisasi — dan itulah justru yang membuatnya relevan. Pengalaman pelanggan yang benar-benar mulus jarang lahir dari inisiatif desain layanan semata; ia lebih sering ditentukan oleh siapa yang memegang akuntabilitas di balik layar.
Kebanyakan organisasi berinvestasi besar pada peta perjalanan pelanggan (customer journey map) tanpa pernah menata ulang struktur kekuasaan internal yang menciptakan peta tersebut menjadi berantakan sejak awal. Yang patut dicermati dari langkah Home Depot bukanlah janji "pengalaman yang mulus", melainkan keberanian mengorbankan otonomi unit bisnis demi konsistensi lintas saluran. Operator ritel lain sebaiknya bertanya: apakah friksi yang dikeluhkan pelanggan kami sebenarnya berasal dari desain produk, atau dari batas-batas organisasi yang tidak pernah kami periksa ulang?
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
More in Customer Experience
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.