Customer Experience · 10 August 2026
Michaels Luncurkan Format Toko Experiential Retail Baru
Michaels memperkenalkan format toko baru berkonsep experiential retail yang mendorong pelanggan berinteraksi langsung dengan produk kerajinan, bukan sekadar berbelanja transaksional.
Apa yang Terjadi
Michaels, peritel produk seni dan kerajinan asal Amerika Serikat, memperkenalkan format toko baru yang mengusung konsep experiential retail atau pengalaman berbelanja imersif. Langkah ini menandai pergeseran strategi Michaels dari sekadar menjual produk kerajinan menuju penciptaan pengalaman langsung di dalam toko bagi pelanggan.
Format baru ini dirancang untuk mendorong keterlibatan pelanggan secara lebih aktif, dengan area toko yang memungkinkan konsumen mencoba, berinteraksi, dan mengeksplorasi produk secara langsung, bukan hanya sekadar berbelanja secara transaksional seperti pada gerai konvensional.
Mengapa Ini Penting
Langkah Michaels ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri ritel, di mana pengalaman fisik di dalam toko semakin diposisikan sebagai pembeda utama di tengah dominasi belanja daring. Bagi kategori seni dan kerajinan yang sangat bergantung pada inspirasi dan kreativitas, ruang fisik yang interaktif dapat memperkuat keterikatan emosional pelanggan terhadap merek.
Dari sudut pandang desain layanan, pendekatan ini menegaskan bahwa toko fisik kini dituntut memberikan nilai yang tidak bisa direplikasi oleh kanal digital — yaitu pengalaman sensorik dan sosial. Ini menjadi sinyal bagi peritel lain bahwa investasi pada pengalaman langsung berpotensi menjadi strategi retensi pelanggan yang relevan di masa mendatang.
Pandangan Renascence
Perubahan format toko semacam ini sering dibaca sekadar sebagai upaya kosmetik untuk menarik perhatian media, namun sesungguhnya menyentuh prinsip perilaku yang lebih dalam: pelanggan cenderung mengingat pengalaman, bukan transaksi.
Kesalahan umum peritel adalah menganggap "experiential" berarti sekadar menambahkan dekorasi atau area foto. Nilai sesungguhnya terletak pada bagaimana ruang tersebut mengubah perilaku belanja — mendorong eksplorasi, memperpanjang waktu tinggal, dan menciptakan momen keterlibatan yang berkesan secara emosional. Operator yang benar-benar customer-obsessed akan mengukur dampak format baru ini bukan dari estetika toko, melainkan dari perubahan pola kunjungan, tingkat konversi, dan loyalitas jangka panjang pelanggan.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
More in Customer Experience
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.