Marketing · 2 November 2026
E.l.f. Cosmetics Hadirkan Styling Virtual di Avatar ZEPETO
E.l.f. Cosmetics bermitra dengan platform avatar ZEPETO, memungkinkan pengguna memadukan produk riasan pada avatar digital mereka dalam styling virtual pertama merek ini.
Apa yang terjadi
E.l.f. Cosmetics menjalin kemitraan dengan platform avatar ZEPETO yang memungkinkan pengguna memadukan produk riasan merek tersebut pada avatar digital mereka. Peluncuran ini menandai pengalaman styling virtual pertama dari E.l.f. Cosmetics.
Laporan ini disampaikan oleh Cosmetics Business. Ringkasan yang tersedia belum merinci jadwal peluncuran, pasar yang dijangkau, maupun hasil awal dari fitur tersebut, sehingga dampak komersialnya masih perlu dipantau.
Mengapa ini penting
Dari sisi pengalaman pelanggan, langkah ini berusaha mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam belanja kosmetik daring, yaitu ketidakpastian tentang bagaimana sebuah warna atau produk akan terlihat pada wajah atau gaya pribadi seseorang. Dengan memungkinkan pengguna mencoba tampilan di avatar, merek memindahkan sebagian proses eksplorasi produk ke tahap yang lebih awal dan lebih menyenangkan, sebelum keputusan pembelian diambil.
Bagi pemimpin di bidang desain layanan, kemitraan seperti ini juga menggeser titik sentuh merek ke platform pihak ketiga. Konsistensi identitas merek, kualitas informasi produk, dan jalur menuju pembelian harus tetap terjaga di lingkungan yang bukan milik merek. Ini menjadi pengingat bahwa pengalaman pelanggan kini sering terbentuk di luar situs sendiri.
Perspektif Renascence
Sebagian besar pembaca mungkin melihat berita ini sebagai inovasi yang menarik secara visual. Namun prinsip di baliknya lebih mendasar: kepercayaan untuk membeli meningkat ketika calon pelanggan dapat melihat produk pada sesuatu yang menyerupai diri mereka sendiri. Operator sebaiknya tidak berhenti pada kesan "pertama" atau kebaruan, melainkan mengukur apakah pengguna benar-benar berpindah dari bereksperimen di avatar ke membeli produk. Jika tidak, styling virtual hanya akan menjadi hiburan tanpa dampak pada pendapatan maupun kepuasan pelanggan.
Kemitraan semacam ini sering dianggap sebagai soal pemasaran, padahal intinya adalah pengurangan risiko dalam keputusan pembelian. Tim CX yang serius perlu merancang jalur yang jelas dari pengalaman avatar ke halaman produk, dengan informasi warna, bahan, dan kecocokan yang akurat. Ukur bukan jumlah pengguna yang mencoba, melainkan berapa banyak yang kembali dan membeli setelahnya.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Marketing
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


