Marketing · 29 October 2026
Chief AI Officer Avanade: Ben Beath Memimpin Transformasi AI Perusahaan
Avanade menunjuk Ben Beath sebagai Chief AI Officer untuk memimpin transformasi AI di tingkat perusahaan, menurut laporan BW Marketing World. Detail pengalaman dan ruang lingkup perannya belum dirinci.
Apa yang terjadi
Avanade menunjuk Ben Beath sebagai Chief AI Officer, sebuah posisi eksekutif senior yang difokuskan untuk memimpin transformasi AI di tingkat perusahaan. Informasi ini dilaporkan oleh BW Marketing World.
Penunjukan ini menempatkan AI sebagai agenda kepemimpinan tersendiri di Avanade, bukan sekadar bagian dari program teknologi yang sudah berjalan. Peran tersebut dirancang untuk mendorong adopsi AI secara menyeluruh di dalam organisasi, dengan cakupan yang berfokus pada skala perusahaan.
Laporan yang tersedia saat ini belum merinci pengalaman profesional Ben Beath sebelumnya maupun ruang lingkup kewenangannya secara lengkap. Detail operasional peran ini masih perlu dikonfirmasi melalui pengumuman resmi Avanade.
Mengapa ini penting
Ketika penyedia layanan teknologi menempatkan AI di level eksekutif, hal ini menunjukkan bahwa adopsi AI mulai diperlakukan sebagai perubahan model operasi, bukan proyek uji coba. Kemampuan AI generatif dan otomasi kini memungkinkan organisasi merancang ulang alur kerja, cara tim berkoordinasi, dan cara layanan diberikan kepada pelanggan dan karyawan. Bagi para pemimpin, pertanyaannya bergeser dari apakah AI bisa dipakai menjadi bagaimana proses, peran, dan pengalaman layanan dirancang ulang di sekitar kemampuan tersebut.
Bagi pemimpin di bidang pengalaman dan transformasi digital, sinyal ini juga relevan karena tanggung jawab atas hasil AI semakin sering diletakkan pada satu peran yang menjembatani teknologi, bisnis, dan layanan. Keberhasilannya akan bergantung pada seberapa jauh peran tersebut diberi mandat untuk mengubah cara kerja, bukan hanya mengawasi portofolio proyek.
Perspektif Renascence
Yang sering terlewat dari berita penunjukan seperti ini adalah bahwa jabatan itu sendiri hanyalah sinyal. Nilainya baru terasa ketika perubahan tersebut terlihat di titik-titik sentuh yang dialami pelanggan dan karyawan setiap hari.
Penunjukan Chief AI Officer tidak otomatis mengubah pengalaman siapa pun. Transformasi AI yang berhasil biasanya dimulai dari perjalanan pelanggan dan karyawan, lalu bekerja mundur ke teknologi, bukan sebaliknya. Pemimpin yang serius sebaiknya memetakan titik layanan yang paling sering gagal, lalu menguji AI di titik tersebut dengan metrik pengalaman, bukan hanya penghematan biaya. Jabatan baru tanpa mandat untuk merancang ulang layanan hanya akan menjadi lapisan birokrasi tambahan.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Marketing
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


