General · 17 October 2026
ITDC Peringkat 33, MGPA Peringkat 79 di Ajang Perdana CX-100 Danantara
ITDC meraih peringkat 33 dan MGPA peringkat 79 dalam ajang perdana CX-100 yang terkait Danantara, menurut laporan jatim expost. Metodologi dan skor per dimensi belum tersedia.
Apa yang terjadi
ITDC meraih peringkat 33 dan MGPA peringkat 79 dalam ajang perdana CX-100 yang terkait dengan Danantara, menurut laporan jatim expost. Hasil ini menandai kemunculan pertama kedua perusahaan tersebut dalam pemeringkatan pengalaman pelanggan dengan format ini.
Ringkasan yang tersedia hanya memuat posisi akhir kedua perusahaan. Metodologi penilaian, skor per dimensi, dan jumlah peserta belum terlihat dalam sumber yang kami tinjau, sehingga pembaca sebaiknya menunggu rilis resmi sebelum menarik kesimpulan lebih jauh.
Mengapa ini penting
Pemeringkatan pengalaman pelanggan yang dirilis secara terbuka membuat kualitas layanan terlihat dan dapat dibandingkan. Bagi perusahaan milik negara dan entitas di bawah portofolio besar, perhatian publik kini bergeser dari sekadar laporan internal ke kinerja yang bisa diamati langsung oleh masyarakat.
Bagi pemimpin di bidang pengalaman, angka peringkat sebaiknya dibaca sebagai sinyal awal, bukan vonis. Yang lebih bernilai adalah faktor-faktor di balik posisi tersebut, seperti kemudahan proses, kejelasan komunikasi, dan kecepatan penyelesaian keluhan.
Angka kunci
- Peringkat 33 untuk ITDC dalam ajang perdana CX-100.
- Peringkat 79 untuk MGPA dalam ajang yang sama.
Sikap Renascence
Kebanyakan pembaca akan langsung membandingkan dua angka ini dan menyimpulkan siapa yang lebih baik. Padahal, selisih 46 peringkat antara keduanya belum tentu mencerminkan perbedaan mendasar dalam cara melayani pelanggan, karena skor sering kali sangat dipengaruhi oleh titik sentuh yang dipilih untuk diukur.
Prinsip perilaku yang mendasarinya sederhana: pelanggan menilai pengalaman dari momen paling berkesan dan paling menjengkelkan, bukan dari rata-rata seluruh proses. Operator yang ingin naik peringkat sebaiknya tidak memulai dari slogan layanan, melainkan dari pemetaan perjalanan pelanggan yang jujur untuk menemukan dua atau tiga momen yang paling sering gagal. Jika metodologi CX-100 nanti dirilis, bandingkan skor per dimensi, bukan hanya posisi akhirnya. Perbaikan yang terlihat di peringkat hanya akan bertahan jika didorong oleh perubahan perilaku di lapangan.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


