Retail · 16 October 2026
Ahold Delhaize Hadapi Insiden Siber, Toko Tetap Buka
Ahold Delhaize mengonfirmasi insiden keamanan siber yang membuat sebagian sistem teknologinya tidak dapat diakses, namun toko di Eropa dan Amerika Serikat tetap melayani pelanggan.
Yang terjadi
Ahold Delhaize mengonfirmasi adanya insiden keamanan siber yang membuat sebagian sistem teknologinya tidak dapat diakses. Meski begitu, perusahaan ritel pangan global ini menegaskan bahwa toko-toko di jaringan supermarketnya di Eropa dan Amerika Serikat tetap buka untuk melayani pelanggan.
Menurut laporan TechRadar, pernyataan perusahaan menyebut gangguan terjadi pada sistem teknologi, bukan pada operasional gerai secara keseluruhan. Perbedaan antara sistem internal dan kemampuan gerai untuk tetap melayani pelanggan menjadi poin utama dalam pemberitaan ini.
Sumber yang tersedia belum merinci sistem mana yang terdampak, berapa lama gangguan berlangsung, ataupun apakah ada data pelanggan yang terlibat. Detail tersebut perlu dipantau dari pernyataan resmi perusahaan berikutnya.
Mengapa ini penting
Insiden ini menunjukkan bahwa ketahanan operasional ritel modern bergantung pada seberapa baik layanan pelanggan tetap berjalan ketika sistem digital terganggu. Bagi pemimpin pengalaman pelanggan, pertanyaannya bukan hanya bagaimana mencegah serangan, tetapi juga bagaimana tim gerai, pusat layanan, dan pelanggan tetap mendapatkan informasi dan layanan yang memadai selama gangguan berlangsung.
Bagi pemimpin transformasi digital, kasus ini menjadi pengingat bahwa semakin terintegrasi sistem ritel, semakin besar dampak dari satu titik gangguan. Modernisasi teknologi perlu disertai rencana kontinuitas layanan yang diuji secara berkala, tidak cukup hanya dengan perlindungan keamanan.
Sudut pandang Renascence
Sebagian besar pembaca akan fokus pada judulnya: sistem offline, tetapi toko tetap buka. Yang lebih penting adalah apa yang tersisa di tangan pelanggan dan karyawan ketika sistem tidak berfungsi.
Toko yang tetap buka tidak otomatis berarti pengalaman tetap utuh. Prinsip desain layanan yang relevan di sini adalah mengurangi ketergantungan pada satu jalur digital, sehingga karyawan memiliki prosedur manual yang jelas dan pelanggan tidak merasakan kebingungan saat transaksi berjalan lebih lambat. Operator yang serius tentang pengalaman pelanggan perlu memetakan titik layanan mana yang bisa berjalan tanpa sistem pusat, lalu melatih tim untuk menjalankannya sebelum krisis terjadi. Dalam situasi gangguan, ketenangan pelanggan lebih banyak ditentukan oleh kejelasan komunikasi daripada oleh kecepatan pemulihan sistem.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Retail
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


