Umum · 2 Oktober 2026
Kemenko Kumham Imipas Gandeng BSSN Perkuat Keamanan Siber
Kemenko Kumham Imipas menandatangani MoU dengan BSSN untuk memastikan transformasi digital di sektor hukum, HAM, imigrasi, dan pemasyarakatan berjalan aman dan andal.
Apa yang terjadi
Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Kerja sama ini ditujukan untuk mendukung proses transformasi digital di lingkungan Kemenko Kumham Imipas agar berjalan secara aman dan andal.
Berdasarkan keterangan resmi, penandatanganan MoU tersebut menjadi landasan formal bagi kedua lembaga untuk bersinergi dalam aspek keamanan siber seiring modernisasi layanan dan sistem digital di sektor hukum, HAM, imigrasi, dan pemasyarakatan.
Mengapa ini penting
Langkah ini menegaskan bahwa agenda digitalisasi di sektor pemerintahan Indonesia kini semakin memposisikan keamanan siber sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap. Dengan menggandeng BSSN sebagai otoritas keamanan siber nasional, Kemenko Kumham Imipas menunjukkan kesadaran bahwa perluasan layanan digital—mulai dari sistem keimigrasian hingga data kependudukan dan pemasyarakatan—membawa risiko baru yang perlu dimitigasi sejak tahap perancangan.
Bagi pemimpin transformasi digital di sektor publik maupun swasta, kolaborasi semacam ini menggambarkan pola yang semakin umum: modernisasi sistem dan perlindungan data tidak lagi dapat dipisahkan. Kerja sama lintas lembaga seperti ini berpotensi mempercepat pembangunan infrastruktur digital yang lebih tepercaya, sekaligus menjadi rujukan bagi instansi lain yang tengah merancang peta jalan digitalisasi layanan publik.
Pandangan Renascence
MoU semacam ini sering dibaca sekadar sebagai formalitas administratif, padahal ia menyiratkan pergeseran pola pikir yang lebih dalam tentang bagaimana institusi publik seharusnya merancang layanan digital.
Keamanan siber kerap diperlakukan sebagai urusan teknis yang terpisah dari pengalaman pengguna, padahal keduanya saling menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap layanan digital pemerintah. Institusi yang melibatkan otoritas keamanan siber sejak tahap awal transformasi digital cenderung membangun sistem yang lebih tangguh sekaligus lebih mudah dipercaya oleh masyarakat yang dilayaninya. Operator layanan publik sebaiknya menjadikan kolaborasi lintas lembaga seperti ini sebagai standar, bukan pengecualian, terutama saat data sensitif warga negara turut dipertaruhkan.
Sumber-sumber
Briefing ini ditulis oleh Newsdesk kami, mensintesis laporan dari media di bawah ini. Ikuti tautan untuk liputan aslinya.
FAQ
Questions we get on this topic
Lainnya di Umum
Tetap terdepan dalam CX
Dapatkan sinyalnya, bukan kebisingannya.
Kisah-kisah yang membentuk pengalaman pelanggan — ditambah Jurnal dan Experience Loom — di kotak masuk Anda.
