AI · 8 October 2026
Lebih dari Separuh Konsumen Akan Pakai AI untuk Belanja Akhir Tahun
Lebih dari separuh konsumen berencana menggunakan alat AI, dari chatbot hingga pencarian generatif, selama musim belanja akhir tahun ini, menurut laporan industri yang dihimpun Retail Customer Experience.
Apa yang terjadi
Lebih dari separuh konsumen berencana menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) — mulai dari chatbot hingga pencarian berbasis AI generatif — pada suatu titik selama musim belanja akhir tahun ini, menurut laporan industri yang dihimpun Retail Customer Experience. Temuan ini menegaskan bahwa AI kini bukan lagi fitur eksperimental, melainkan bagian arus utama dari cara konsumen menjajaki produk, membandingkan harga, dan membuat keputusan pembelian selama periode belanja tersibuk dalam setahun.
Laporan tersebut menggarisbawahi bahwa penggunaan AI oleh konsumen kini merentang di berbagai titik perjalanan belanja — dari inspirasi dan pencarian produk hingga dukungan keputusan pembelian — menandakan pergeseran perilaku yang signifikan dibandingkan musim belanja tahun-tahun sebelumnya.
Mengapa ini penting
Bagi peritel dan merek, temuan ini menggeser titik berat strategi musim belanja: pengalaman pelanggan tidak lagi semata ditentukan oleh desain toko fisik atau situs e-commerce, tetapi juga oleh bagaimana produk dan merek tersebut "terlihat" dan direkomendasikan oleh asisten AI pihak ketiga. Peritel yang belum mengoptimalkan data produk, ulasan, dan konten mereka agar mudah dibaca dan dirujuk oleh mesin AI generatif berisiko kehilangan visibilitas pada momen keputusan yang justru paling krusial.
Pergeseran ini juga mengubah ekonomi perilaku belanja: ketika AI membantu menyaring pilihan dan menyederhanakan perbandingan, kepercayaan terhadap rekomendasi otomatis menjadi variabel baru yang memengaruhi konversi, loyalitas, dan bahkan persepsi keaslian merek.
Pandangan Renascence
Yang sering terlewat dari statistik semacam ini bukan soal adopsi teknologi itu sendiri, melainkan soal siapa yang sebenarnya mengendalikan narasi pengalaman pelanggan ketika AI menjadi perantara antara merek dan konsumen.
Ketika lebih dari separuh pembeli menyerahkan sebagian keputusan mereka kepada AI, merek yang menang bukanlah yang paling gencar beriklan, melainkan yang paling "legible" bagi mesin — data produk yang bersih, ulasan yang kredibel, dan proposisi nilai yang jelas secara struktural. Operator yang berorientasi pada pelanggan perlu mulai memperlakukan optimasi untuk AI generatif sebagai perpanjangan dari desain pengalaman, bukan sekadar urusan SEO teknis. Mereka yang menunggu sampai AI "benar-benar matang" berisiko baru menyadari pergeseran ini setelah kehilangan pangsa perhatian konsumen di musim belanja yang paling menentukan.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in AI
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.
