General · 6 October 2026
AAJI Gelar Future by Design, Dorong Kesiapan Digital C-Suite
AAJI menyelenggarakan acara Future by Design untuk mendorong CEO dan jajaran C-suite industri asuransi jiwa mempersiapkan kepemimpinan dalam transformasi digital.
Apa yang terjadi
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar acara bertajuk "Future by Design" yang ditujukan untuk mendorong kesiapan para CEO dan jajaran C-suite di industri asuransi jiwa dalam menghadapi transformasi digital. Acara ini menyasar pemimpin puncak perusahaan asuransi jiwa sebagai audiens utama, dengan fokus pada bagaimana kepemimpinan di level tertinggi dapat merespons perubahan lanskap bisnis yang semakin digital.
Berdasarkan pemberitaan yang tersedia, penyelenggaraan acara ini menegaskan posisi AAJI sebagai asosiasi industri yang secara aktif mendorong agenda transformasi digital di kalangan anggotanya, khususnya pada level pengambilan keputusan strategis.
Mengapa ini penting
Inisiatif seperti "Future by Design" menandakan bahwa tekanan untuk bertransformasi digital di sektor asuransi jiwa kini tidak lagi dipandang sebagai urusan tim teknologi informasi semata, melainkan sebagai agenda kepemimpinan. Ketika asosiasi industri secara khusus menargetkan CEO dan C-suite — bukan hanya divisi IT atau inovasi — hal ini mengindikasikan bahwa kesiapan transformasi digital kini dianggap sebagai kompetensi kepemimpinan inti, bukan sekadar inisiatif teknis yang didelegasikan ke bawah.
Bagi para pemimpin di sektor asuransi dan jasa keuangan secara lebih luas, langkah ini memberi sinyal bahwa perubahan model operasi, adopsi teknologi baru, dan desain ulang pengalaman bagi nasabah maupun karyawan perlu dipimpin langsung dari jajaran direksi agar transformasi berjalan menyeluruh dan tidak berhenti di level eksperimen.
Pandangan Renascence
Yang sering terlewat dalam diskusi semacam ini adalah bahwa "kesiapan" pemimpin bukan sekadar soal literasi teknologi, melainkan soal kesiapan mengubah cara organisasi membuat keputusan dan melayani penggunanya.
Transformasi digital yang digerakkan dari ruang rapat direksi sering gagal bukan karena teknologinya kurang canggih, tetapi karena pemimpin belum mengubah cara mereka mendefinisikan nilai bagi nasabah dan karyawan. Prinsip di baliknya sederhana: insentif, metrik keberhasilan, dan pola pengambilan keputusan di level C-suite harus ikut didesain ulang, bukan hanya sistem dan aplikasinya. Operator yang benar-benar berorientasi pada pengalaman pelanggan sebaiknya memastikan setiap inisiatif transformasi digital diukur dari dampaknya pada pengalaman nyata nasabah dan karyawan, bukan sekadar dari jumlah teknologi baru yang berhasil diimplementasikan.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


