Brand Experience · 30 September 2026
Studio Pengalaman Merek Global DE-YAN Menunjuk Veteran Industri Jonathan Akwue sebagai Presiden
Studio pengalaman merek DE-YAN telah menunjuk veteran industri Jonathan Akwue sebagai Presiden baru mereka, menandai dorongan kepemimpinan seiring pengalaman menjadi prioritas utama di ruang rapat dewan direksi.
Apa yang terjadi
DE-YAN, studio pengalaman merek (brand experience) global, mengumumkan penunjukan Jonathan Akwue, seorang profesional senior di industri ini, sebagai Presiden baru perusahaan. Penunjukan ini menjadi langkah kepemimpinan strategis bagi DE-YAN di tengah meningkatnya perhatian dunia usaha terhadap pengalaman pelanggan sebagai agenda utama di level dewan direksi.
Sumber-sumber yang melaporkan berita ini menekankan bahwa perekrutan Akwue mencerminkan upaya DE-YAN untuk memperkuat posisinya di pasar seiring semakin banyaknya organisasi yang menempatkan desain pengalaman sebagai prioritas korporat, bukan sekadar fungsi pendukung pemasaran.
Mengapa ini penting
Penunjukan eksekutif senior seperti ini biasanya menjadi sinyal bagi klien dan pasar bahwa sebuah studio pengalaman merek sedang bersiap memperluas kapasitas strategisnya, baik dari sisi hubungan dengan klien besar maupun kedalaman keahlian yang ditawarkan. Ketika perusahaan konsultan pengalaman merekrut figur senior untuk peran kepemimpinan puncak, itu umumnya mengindikasikan ambisi untuk naik kelas — dari sekadar eksekusi kreatif menuju kemitraan strategis dengan pengambil keputusan di level dewan.
Bagi para pemimpin di bidang pengalaman, AI, dan transformasi digital, tren ini menegaskan pergeseran yang lebih luas: pengalaman pelanggan kini dibahas di ruang rapat dewan, bukan hanya di tim operasional. Organisasi yang ingin bersaing dalam merancang pengalaman merek yang konsisten dan relevan perlu memastikan kepemimpinan yang menanganinya memiliki bobot dan pengalaman setara dengan fungsi bisnis inti lainnya.
Pandangan Renascence
Penunjukan seorang presiden baru bisa terlihat seperti berita korporat rutin, namun di balik itu tersimpan sinyal penting tentang ke mana arah industri pengalaman merek bergerak.
Langkah semacam ini sering diremehkan sebagai sekadar pergantian personel, padahal sebenarnya mencerminkan pengakuan bahwa pengalaman merek kini menuntut kepemimpinan setingkat dewan, bukan sekadar keahlian kreatif. Prinsip di baliknya sederhana: kepercayaan pelanggan dan loyalitas jangka panjang dibangun melalui konsistensi strategis, bukan proyek kreatif yang berdiri sendiri. Operator yang benar-benar berorientasi pada pelanggan sebaiknya mencermati siapa yang memimpin agenda pengalaman di mitra eksternal mereka — karena kualitas kepemimpinan di sana sering menjadi indikator awal seberapa matang kemitraan itu akan berkembang.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
More in Brand Experience
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


