Employee Experience · 30 September 2026
Forrester: Keselarasan CX, BX, dan EX Kunci Pertumbuhan Bank India
Riset Forrester menemukan bank di India yang menyelaraskan pengalaman pelanggan, merek, dan karyawan sebagai satu sistem tumbuh lebih cepat dibanding yang mengelola ketiganya secara terpisah.
Apa yang terjadi
Forrester merilis temuan riset yang menyoroti bank-bank di India: institusi yang memperlakukan pengalaman pelanggan (CX), pengalaman merek (BX), dan pengalaman karyawan (EX) sebagai satu sistem yang saling terhubung tumbuh lebih cepat dibanding pesaing yang mengelola ketiganya secara terpisah. Riset ini, sebagaimana diberitakan TheWire.in, menegaskan bahwa keselarasan lintas fungsi—bukan investasi pada salah satu area saja—menjadi pembeda utama kinerja pertumbuhan di sektor perbankan India.
Menurut laporan tersebut, bank yang masih mengelola CX, BX, dan EX sebagai unit kerja yang berdiri sendiri cenderung tertinggal dari bank yang menyelaraskan strategi, metrik, dan tanggung jawab lintas ketiga domain tersebut ke dalam satu kerangka kerja yang koheren.
Mengapa ini penting
Bagi para pemimpin di bidang experience dan transformasi digital, temuan ini menegaskan prinsip yang sudah lama diyakini komunitas CX namun jarang dieksekusi secara sungguh-sungguh: janji merek, pengalaman yang dirasakan nasabah, dan pengalaman kerja karyawan yang melayani nasabah tersebut sesungguhnya adalah satu rantai nilai, bukan tiga inisiatif terpisah dengan anggaran dan KPI masing-masing.
Di sektor perbankan—yang sarat regulasi, bergantung pada kepercayaan, dan berhadapan dengan tekanan digitalisasi layanan—kegagalan menyelaraskan ketiga elemen ini kerap terlihat pada gejala klasik: kampanye merek yang menjanjikan sesuatu yang tidak dirasakan nasabah di cabang atau aplikasi, atau karyawan garis depan yang tidak diberi otoritas maupun insentif untuk mewujudkan janji tersebut. Riset Forrester memberi amunisi data bagi eksekutif yang ingin mendorong perubahan struktural, bukan sekadar inisiatif kosmetik pada salah satu titik kontak.
Sudut pandang Renascence
Yang sering terlewat dari narasi "selaraskan CX-BX-EX" adalah bahwa keselarasan ini bukan soal membuat tiga tim rapat bersama lebih sering, melainkan soal siapa yang punya insentif untuk apa. Selama target penjualan cabang, skor kepuasan nasabah, dan metrik employer branding tetap dihitung dan dihargai secara terpisah, ketiganya akan tetap berjalan sebagai silo meski secara nominal "terintegrasi".
Bank yang benar-benar unggul biasanya bukan yang punya divisi CX paling besar, melainkan yang berani menyatukan satu metrik akuntabilitas lintas fungsi—dan mengukur ulang insentif karyawan garis depan berdasarkan janji merek yang sesungguhnya dijalankan, bukan yang diiklankan. Operator di kawasan MENA yang tengah membangun proposisi bank digital atau layanan keuangan baru sebaiknya menjadikan penyelarasan struktural ini sebagai desain awal, bukan perbaikan belakangan setelah masalah reputasi muncul.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Employee Experience
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


