General · 4 October 2026
Dukung Transformasi Digital Pendidikan, Guru Madrasah Berkesempatan Dapat Akses Akun CanvaEdu Gratis dari Kemenag
Dukung Transformasi Digital Pendidikan, Guru Madrasah Berkesempatan Dapat Akses Akun CanvaEdu Gratis dari Kemenag MIN 4 TEBO
Apa yang terjadi
Kementerian Agama (Kemenag) membuka kesempatan bagi guru madrasah untuk mendapatkan akses akun CanvaEdu secara gratis sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi digital pendidikan. Inisiatif ini memungkinkan para guru memanfaatkan perangkat desain dan pembelajaran digital Canva yang biasanya berbayar, tanpa dipungut biaya.
Langkah ini disampaikan melalui unit pendidikan di lingkungan Kemenag, termasuk MIN 4 Tebo, yang menginformasikan program tersebut kepada tenaga pendidik di madrasah. Dengan akses ini, guru dapat menyusun materi ajar, presentasi, dan konten pembelajaran interaktif menggunakan fitur-fitur CanvaEdu.
Mengapa ini penting
Pemberian akses gratis ke platform desain digital semacam CanvaEdu menandai langkah konkret dalam modernisasi ekosistem pendidikan berbasis keagamaan di Indonesia. Bagi institusi sebesar Kemenag yang menaungi ribuan madrasah, penyediaan alat digital yang mudah diakses dapat mempercepat adopsi teknologi di tingkat kelas, sekaligus menyamakan kesempatan antar guru dalam mengakses sumber daya pembelajaran modern.
Bagi pengelola transformasi digital di sektor publik maupun swasta, langkah ini menggambarkan bagaimana kemitraan dengan penyedia teknologi dapat menjadi jalan pintas untuk menghadirkan kapabilitas digital tanpa harus membangun infrastruktur sendiri dari nol — sebuah pendekatan yang relevan bagi organisasi mana pun yang ingin mempercepat literasi digital tenaga kerjanya.
Pandangan Renascence
Inisiatif seperti ini sering dinilai sebagai urusan teknis semata, padahal keberhasilannya bergantung pada bagaimana guru benar-benar menggunakan alat tersebut dalam praktik sehari-hari, bukan sekadar memiliki akses.
Yang mudah dilewatkan dari program seperti ini adalah bahwa menyediakan akses ke sebuah alat digital hanyalah separuh dari pekerjaan — separuh lainnya adalah merancang pengalaman adopsi yang membuat guru merasa mampu dan percaya diri menggunakannya. Tanpa pendampingan, pelatihan singkat, atau contoh penggunaan yang relevan dengan konteks madrasah, risiko terbesarnya adalah akun tersedia namun jarang dimanfaatkan secara optimal. Operator transformasi digital di sektor pendidikan sebaiknya mengukur keberhasilan bukan dari jumlah akun yang dibagikan, melainkan dari seberapa konsisten guru mengintegrasikan alat tersebut ke dalam proses mengajar mereka.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.
