About

The consultancy born at the intersection of behavioral economics and human experience.

NOW HIRING

Join a team reshaping how the world experiences brands.

View open roles →

COMPANY

GROW WITH US

CONNECT

Services

Comprehensive CX and management consulting for enterprise brands.

ALL SERVICES

Explore the full range of CX & management consulting services.

Browse all services →

CORE

SPECIALIST

Solutions

Structured solutions that turn CX ambition into measurable outcomes.

ALL SOLUTIONS

Explore every CX solution we offer.

Browse solutions →

STRATEGY & GOVERNANCE

DESIGN & DELIVERY

CULTURE & EXPERIENCE

Industries

A decade of CX transformation across the region's defining sectors.

ALL INDUSTRIES

See how we work across every sector.

Browse industries →

BUILT ENVIRONMENT

FINANCE & TECH

PEOPLE & MOBILITY

Products

Proprietary tools, platforms, and AI that power CX transformation.

ALL PRODUCTS

Explore the full Renascence product ecosystem.

Browse products →

AI & TECHNOLOGY

LEARNING & GAMES

PLATFORMS & TOOLS

AI PRODUCTS

Opinion

Insights, research, and conversations at the frontier of CX.

ReadExperience JournalArticles & research on CX, behavior, and transformation.Watch & listenExperience LoomOur video podcast on CX & behavior.CuratedCX NewsIndustry news that matters in CX, minus the noise.

Latest articles

Latest episodes

Latest news

Hub

Free tools, templates, and resources to advance your CX practice.

NEW · MANIFESTO

Burn the Deck. Ten Virtues. Zero Excuses. — read our manifesto for the brave consultant.

Start reading →

AI TOOLS

FREE TOOLS

LEARNING

CULTURE

Customer Service · 16 September 2026

Agen Layanan Pelanggan AI Rentan Diretas, Bisa Bocorkan OTP dan MFA

Peneliti keamanan menemukan agen layanan pelanggan berbasis AI dapat dimanipulasi lewat percakapan untuk melewati MFA dan membocorkan OTP serta data akun pengguna.

Newsdesk
Curated briefing · 2 min read · 2 sources

Apa yang Terjadi

Peneliti keamanan menemukan bahwa agen layanan pelanggan berbasis AI dapat dimanipulasi untuk melewati proses autentikasi multifaktor (MFA) dan mengekstraksi kode OTP (one-time password), sehingga membuka akses ke data akun pengguna yang sensitif. Temuan ini, yang dilaporkan oleh cyberpress.org dan gbhackers.com, menunjukkan bahwa celah tersebut dapat dieksploitasi melalui interaksi percakapan biasa pada kanal dukungan pelanggan yang menggunakan AI.

Menurut laporan tersebut, teknik manipulasi ini memungkinkan pihak yang tidak berwenang untuk mengarahkan agen AI agar secara tidak sengaja membocorkan informasi verifikasi atau melewati langkah keamanan yang seharusnya melindungi akun pengguna. Kerentanan semacam ini berpotensi memengaruhi berbagai organisasi yang telah mengadopsi chatbot atau asisten virtual berbasis AI dalam operasi layanan pelanggan mereka.

Mengapa Ini Penting

Temuan ini menyoroti risiko nyata dari penerapan AI generatif di lini terdepan layanan pelanggan tanpa lapisan pengamanan yang memadai. Ketika agen AI diberi kewenangan untuk menangani proses verifikasi identitas atau informasi sensitif, setiap kelemahan dalam cara agen tersebut merespons instruksi percakapan dapat berubah menjadi jalur eksploitasi baru bagi pelaku kejahatan siber.

Bagi para pemimpin transformasi digital dan pengalaman pelanggan, kasus ini menjadi pengingat bahwa kecepatan adopsi AI dalam layanan pelanggan harus diimbangi dengan investasi setara dalam pengujian keamanan, tata kelola model, dan validasi lapis-ganda sebelum agen AI diberi akses ke data atau proses autentikasi yang kritis.

Pandangan Renascence

Insiden ini bukan sekadar isu teknis — ia mencerminkan bagaimana desain layanan yang dioptimalkan untuk kenyamanan dapat secara tidak sengaja mengorbankan keamanan.

Banyak organisasi terlalu fokus pada seberapa "manusiawi" dan responsif agen AI mereka terasa, tanpa cukup menstresi-uji bagaimana sifat percakapan itu sendiri bisa dimanipulasi. Prinsip dasar desain layanan yang sering terlupakan: setiap titik kepercayaan yang memudahkan pelanggan juga menciptakan permukaan risiko baru. Operator yang berorientasi pada pelanggan sebaiknya memperlakukan agen AI layaknya karyawan baru yang belum terlatih penuh — diberi batas kewenangan yang jelas, diuji dengan skenario serangan sosial (social engineering), dan diaudit secara berkala sebelum dipercaya menangani data otentikasi.

Sources

This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.

FAQ

Questions we get on this topic

Peneliti keamanan menemukan bahwa agen AI dapat dimanipulasi melalui interaksi percakapan biasa untuk melewati proses autentikasi multifaktor (MFA) dan membocorkan kode OTP, sehingga membuka akses ke data akun pengguna yang sensitif.

Menurut laporan cyberpress.org dan gbhackers.com, pihak tidak berwenang dapat mengarahkan agen AI melalui teknik manipulasi percakapan agar secara tidak sengaja membocorkan informasi verifikasi atau melewati langkah keamanan yang seharusnya melindungi akun pengguna.

Organisasi yang telah mengadopsi chatbot atau asisten virtual berbasis AI dalam operasi layanan pelanggan mereka, terutama yang memberi agen AI kewenangan menangani verifikasi identitas atau data sensitif, berpotensi terdampak.

Renascence menyarankan agar agen AI diperlakukan seperti karyawan baru yang belum terlatih penuh — diberi batas kewenangan yang jelas, diuji dengan skenario social engineering, dan diaudit secara berkala sebelum dipercaya menangani proses autentikasi.

Stay ahead of CX

Get the signal, not the noise.

The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.