Guest Experience · 8 October 2026
Target Tunjuk Mark Weinstein Jadi Chief Marketing & Guest Experience Officer
Target menyatukan fungsi pemasaran dan pengalaman pelanggan di bawah satu jabatan eksekutif baru yang dipegang Mark Weinstein, menandai langkah struktural untuk menyelaraskan janji merek dengan pengalaman nyata pelanggan.
Apa yang terjadi
Target mengumumkan penunjukan Mark Weinstein sebagai chief marketing and guest experience officer yang baru, sebuah peran yang menyatukan kepemimpinan pemasaran dengan tanggung jawab atas pengalaman pelanggan ("guest experience") dalam satu jabatan eksekutif. Penggabungan dua fungsi ini di bawah satu kursi kepemimpinan menandai langkah struktural bagi peritel besar asal Amerika Serikat tersebut.
Belum ada rincian lebih lanjut yang dipublikasikan mengenai tanggal efektif, latar belakang karier Weinstein secara mendetail, atau agenda spesifik yang akan dijalankannya di posisi baru ini. Yang jelas disampaikan dalam pengumuman adalah penyatuan judul jabatan itu sendiri — bahwa pemasaran dan pengalaman tamu kini berada di bawah satu garis komando.
Mengapa ini penting
Penggabungan fungsi pemasaran dan pengalaman pelanggan ke dalam satu peran eksekutif mencerminkan tren yang semakin umum di kalangan peritel besar: memperlakukan janji merek (brand promise) dan pengalaman nyata di titik layanan sebagai satu kesatuan yang tidak bisa dipisah-pisah secara organisasi. Ketika pemasaran yang membentuk ekspektasi dan tim operasional yang mengelola pengalaman aktual berada di bawah satu kepemimpinan, keputusan tentang apa yang dijanjikan kepada pelanggan dan bagaimana janji itu dipenuhi bisa diselaraskan lebih cepat, tanpa friksi antar-departemen.
Bagi pemimpin di bidang pengalaman, pemasaran, dan transformasi digital, langkah Target ini layak diperhatikan sebagai sinyal arah: struktur organisasi yang memisahkan "citra merek" dari "pengalaman nyata" berisiko menciptakan kesenjangan antara apa yang dikomunikasikan dan apa yang benar-benar dirasakan pelanggan di toko, aplikasi, atau layanan pelanggan.
Pandangan Renascence
Penyatuan dua fungsi ini bukan sekadar perubahan judul jabatan — ia adalah pengakuan bahwa pengalaman pelanggan sesungguhnya adalah bentuk pemasaran yang paling jujur, karena setiap interaksi nyata akan selalu lebih dipercaya audiens dibanding kampanye iklan.
Banyak organisasi masih memperlakukan pemasaran sebagai "pembuat cerita" dan operasi layanan sebagai "pelaksana cerita", padahal keduanya seharusnya satu fungsi yang sama: mengelola ekspektasi dan mengelola kenyataan secara bersamaan. Ketika satu eksekutif memegang kedua mandat ini, perusahaan punya kesempatan nyata untuk menutup jarak antara apa yang dijanjikan dan apa yang dialami pelanggan di lapangan. Operator yang berorientasi pelanggan sebaiknya menilai ulang apakah struktur kepemimpinan mereka sendiri — bukan hanya judul jabatan, tapi jalur pengambilan keputusan dan metrik yang dipakai — benar-benar mendukung keselarasan ini, atau justru masih memisahkan "citra" dari "pengalaman" di dua silo yang jarang bicara satu sama lain.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Guest Experience
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


