General · 8 September 2026
Hari Pelanggan Nasional, PLN UID S2JB Dengarkan Aspirasi Pelanggan
Hari Pelanggan Nasional, PLN UID S2JB Dengarkan Aspirasi Pelanggan RRI.co.id
Apa yang terjadi
Bertepatan dengan peringatan Hari Pelanggan Nasional, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Bagian Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menggelar rangkaian kegiatan untuk menyerap aspirasi dan masukan langsung dari pelanggan. Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda tahunan perusahaan untuk mendekatkan diri dengan basis pelanggannya di wilayah operasional Sumatera Bagian Selatan.
Dalam momentum tersebut, manajemen PLN UID S2JB berinteraksi langsung dengan pelanggan untuk mendengarkan pengalaman mereka terhadap layanan kelistrikan, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperbaiki kualitas layanan berdasarkan masukan yang diterima di lapangan.
Mengapa ini penting
Bagi perusahaan penyedia layanan esensial seperti kelistrikan, ruang dialog langsung dengan pelanggan menjadi instrumen penting untuk memahami titik-titik gesekan (friction points) yang tidak selalu tertangkap lewat data operasional semata. Format tatap muka semacam ini memungkinkan perusahaan menangkap nuansa emosional dan konteks di balik keluhan atau harapan pelanggan, sesuatu yang sering hilang dalam kanal digital atau survei standar.
Bagi entitas milik negara yang melayani pelanggan captive tanpa banyak alternatif pilihan, inisiatif mendengarkan aktif seperti ini juga berfungsi sebagai sinyal akuntabilitas publik — menunjukkan bahwa kualitas layanan tetap menjadi perhatian meski posisi pasar tidak kompetitif secara langsung.
Pandangan Renascence
Momen seremonial seperti Hari Pelanggan Nasional mudah terjebak menjadi sekadar acara simbolis tahunan. Nilainya baru terasa nyata jika masukan yang terkumpul benar-benar ditindaklanjuti menjadi perbaikan proses yang terukur, bukan berhenti sebagai dokumentasi kegiatan.
Mendengarkan pelanggan satu hari dalam setahun tidak akan mengubah pengalaman layanan sehari-hari jika tidak ada mekanisme yang mengubah aspirasi tersebut menjadi perubahan operasional yang terlacak. Operator layanan esensial semestinya memperlakukan momen semacam ini sebagai titik awal audit pengalaman pelanggan yang berkelanjutan, lengkap dengan indikator tindak lanjut dan siklus pelaporan balik ke pelanggan, bukan sebagai agenda seremonial yang berdiri sendiri.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.