AI · 7 September 2026
Percakapan pelanggan seputar AI telah berkembang, menurut CEO UiPath Daniel Dines saat perusahaan mencatatkan Q2 yang kuat
CEO UiPath Daniel Dines mengatakan percakapan pelanggan tentang AI telah bergeser dari eksplorasi luas menjadi penyusunan investasi untuk nilai yang terukur, seiring vendor otomatisasi ini mencatatkan Q2 yang kuat.
Apa yang terjadi
UiPath melaporkan kinerja kuartal kedua yang kuat, dan CEO Daniel Dines menyampaikan bahwa percakapan dengan pelanggan seputar kecerdasan buatan (AI) kini telah bergeser. Menurutnya, diskusi tidak lagi berkutat pada eksplorasi luas tentang apa yang bisa dilakukan AI, melainkan sudah masuk ke tahap menyusun strategi investasi agar menghasilkan nilai yang terukur.
Pergeseran ini terjadi bersamaan dengan hasil finansial UiPath yang solid pada kuartal tersebut, yang oleh perusahaan dikaitkan dengan meningkatnya kejelasan pelanggan tentang bagaimana mengalokasikan anggaran otomatisasi dan AI mereka secara lebih terarah.
Mengapa ini penting
Pernyataan Dines mencerminkan fase baru dalam adopsi AI di kalangan korporasi: dari tahap eksperimen dan pilot proyek, menuju tahap di mana organisasi menuntut hasil bisnis yang jelas dan dapat diukur dari setiap investasi otomatisasi. Bagi para pemimpin transformasi digital, ini menandakan bahwa vendor teknologi kini dihadapkan pada pelanggan yang lebih matang dan lebih menuntut akuntabilitas nilai.
Bagi penyedia platform otomatisasi dan AI, perubahan pola percakapan ini berarti kebutuhan untuk menunjukkan bukti konkret — bukan sekadar kapabilitas teknis — menjadi faktor penentu dalam siklus penjualan maupun retensi pelanggan.
Sudut pandang Renascence
Pergeseran yang digambarkan Dines sebenarnya adalah cerita tentang psikologi keputusan organisasi, bukan sekadar tren teknologi. Ketika pasar bergerak dari "AI sebagai eksplorasi" ke "AI sebagai investasi terukur", ini mengubah siapa yang harus dilibatkan dalam proses pembelian — dari tim inovasi menjadi tim yang bertanggung jawab atas hasil operasional dan pengalaman pelanggan.
Banyak vendor masih menjual visi transformasi, padahal pembeli sekarang mencari bukti nilai yang bisa dipertanggungjawabkan ke pemangku kepentingan internal. Prinsip di baliknya sederhana: manusia cenderung menahan komitmen besar sampai risiko ketidakpastian berkurang menjadi angka yang bisa diverifikasi. Operator yang benar-benar berorientasi pada pelanggan sebaiknya mulai membangun studi kasus internal yang mengaitkan setiap inisiatif AI dengan metrik pengalaman dan efisiensi yang konkret — bukan hanya narasi kemampuan teknologi semata.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
More in AI
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.