General · 7 September 2026
DPRD Kalteng Pelajari Transformasi Digital Tangsel: Sisumaker & Tangsel One
Delegasi DPRD Kalimantan Tengah mengkaji sistem Sisumaker dan Tangsel One milik Pemkot Tangerang Selatan sebagai model digitalisasi administrasi dan layanan publik terintegrasi.
Apa yang terjadi
Delegasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk mempelajari langsung transformasi digital yang telah diterapkan di wilayah tersebut. Fokus utama kunjungan ini adalah dua sistem andalan Tangsel, yakni Sisumaker, aplikasi tata naskah dan administrasi surat-menyurat berbasis digital, serta Tangsel One, platform layanan publik terintegrasi yang menghimpun berbagai layanan pemerintahan dalam satu akses.
Dalam pertemuan tersebut, jajaran Pemkot Tangerang Selatan memaparkan bagaimana kedua sistem itu dijalankan untuk mempercepat proses administrasi internal sekaligus mempermudah warga mengakses layanan publik. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya kaji banding yang lazim dilakukan antar-daerah di Indonesia untuk mempelajari praktik digitalisasi pemerintahan yang telah berjalan di wilayah lain.
Mengapa ini penting
Langkah DPRD Kalteng mempelajari Sisumaker dan Tangsel One menunjukkan bahwa digitalisasi layanan publik di tingkat kota kini menjadi rujukan bagi daerah lain yang ingin memodernisasi tata kelola pemerintahannya. Sistem seperti Sisumaker mencerminkan pergeseran dari proses administrasi manual menuju otomasi arus kerja, sementara Tangsel One menggambarkan tren konsolidasi layanan publik ke dalam satu titik akses—pendekatan yang semakin umum diadopsi pemerintah daerah untuk menyederhanakan interaksi warga dengan birokrasi.
Bagi para pemimpin transformasi digital di sektor publik, kunjungan semacam ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi tidak hanya diukur dari peluncuran teknologi, tetapi juga dari sejauh mana model tersebut dapat direplikasi dan diadaptasi oleh institusi lain dengan konteks berbeda.
Pandangan Renascence
Kunjungan kaji banding seperti ini sering dipandang sebagai formalitas seremonial, padahal ia menyingkap prinsip penting dalam desain layanan publik: keberlanjutan adopsi teknologi bergantung pada kemudahan sistem itu ditransfer dan dipahami oleh organisasi lain, bukan sekadar kecanggihan fitur.
Yang sering terlewat dari cerita seperti ini adalah bahwa nilai sesungguhnya dari Sisumaker atau Tangsel One bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada perubahan perilaku kerja dan ekspektasi warga yang menyertainya. Daerah yang ingin mereplikasi model ini perlu lebih dulu memetakan friksi layanan dan kebiasaan pengguna di wilayahnya sendiri, alih-alih menyalin antarmuka atau fitur secara langsung. Transformasi digital pemerintahan yang berhasil selalu dimulai dari desain pengalaman, bukan dari aplikasi.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.