Banking · 20 August 2026
Tuum dan CoorB Kolaborasi Percepat Perbankan Digital dan Syariah di MENA
Tuum dan CoorB menjalin kemitraan untuk mempercepat implementasi core banking digital dan syariah bagi lembaga keuangan di kawasan MENA.
Apa yang terjadi
Tuum, penyedia platform core banking berbasis cloud, mengumumkan kemitraan dengan CoorB untuk mempercepat implementasi kapabilitas perbankan digital dan syariah bagi lembaga keuangan di kawasan MENA. Kolaborasi ini menggabungkan platform inti Tuum dengan keahlian implementasi dan integrasi CoorB di pasar regional.
Melalui kemitraan ini, bank dan institusi keuangan di MENA diharapkan dapat mengadopsi sistem core banking modern dengan proses deployment yang lebih cepat, sekaligus mendukung kebutuhan spesifik produk perbankan syariah yang selama ini memerlukan penyesuaian teknis tersendiri dibanding sistem perbankan konvensional.
Mengapa ini penting
Kawasan MENA tengah mengalami dorongan modernisasi infrastruktur perbankan yang signifikan, didorong oleh permintaan konsumen atas layanan digital yang lebih cepat dan personal, serta pertumbuhan pasar keuangan syariah. Kemitraan seperti ini menunjukkan bagaimana penyedia teknologi inti berupaya menurunkan hambatan teknis dan waktu implementasi bagi bank yang ingin bertransformasi, sambil tetap memenuhi kepatuhan terhadap prinsip syariah — sebuah kebutuhan yang tidak selalu terakomodasi oleh platform core banking global generik.
Bagi para pemimpin transformasi digital, langkah ini menegaskan tren di mana kecepatan implementasi dan fleksibilitas platform menjadi faktor pembeda utama, bukan sekadar fitur teknis semata. Kemampuan menghadirkan produk perbankan syariah dan konvensional dalam satu arsitektur yang sama berpotensi mempercepat waktu peluncuran layanan baru bagi institusi keuangan di kawasan ini.
Sudut pandang Renascence
Modernisasi core banking sering dibingkai sebagai proyek teknologi murni, padahal keberhasilannya pada akhirnya diukur dari pengalaman yang dirasakan nasabah — seberapa cepat produk baru bisa diluncurkan, seberapa mulus migrasi berjalan, dan seberapa personal layanan yang dihasilkan.
Kemitraan semacam ini sering dinilai dari kecanggihan teknologinya, padahal yang benar-benar menentukan adalah eksekusi migrasi dan bagaimana nasabah mengalami transisi tersebut — atau bahkan tidak menyadarinya sama sekali. Bank yang benar-benar berorientasi pada nasabah akan menjadikan kecepatan implementasi ini sebagai kesempatan untuk mendesain ulang perjalanan pembukaan rekening dan pengajuan produk syariah, bukan sekadar mengganti mesin di belakang layar. Prinsip di baliknya sederhana: infrastruktur baru hanya bernilai jika ia diterjemahkan menjadi pengalaman yang terasa lebih cepat, lebih relevan, dan lebih dipercaya oleh nasabah.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Banking
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.