About

The consultancy born at the intersection of behavioral economics and human experience.

NOW HIRING

Join a team reshaping how the world experiences brands.

View open roles →

COMPANY

GROW WITH US

CONNECT

Services

Comprehensive CX and management consulting for enterprise brands.

ALL SERVICES

Explore the full range of CX & management consulting services.

Browse all services →

CORE

SPECIALIST

Solutions

Structured solutions that turn CX ambition into measurable outcomes.

ALL SOLUTIONS

Explore every CX solution we offer.

Browse solutions →

STRATEGY & GOVERNANCE

DESIGN & DELIVERY

CULTURE & EXPERIENCE

Industries

A decade of CX transformation across the region's defining sectors.

ALL INDUSTRIES

See how we work across every sector.

Browse industries →

BUILT ENVIRONMENT

FINANCE & TECH

PEOPLE & MOBILITY

Products

Proprietary tools, platforms, and AI that power CX transformation.

ALL PRODUCTS

Explore the full Renascence product ecosystem.

Browse products →

AI & TECHNOLOGY

LEARNING & GAMES

PLATFORMS & TOOLS

AI PRODUCTS

Opinion

Insights, research, and conversations at the frontier of CX.

ReadExperience JournalArticles & research on CX, behavior, and transformation.Watch & listenExperience LoomOur video podcast on CX & behavior.CuratedCX NewsIndustry news that matters in CX, minus the noise.

Latest articles

Latest episodes

Latest news

Hub

Free tools, templates, and resources to advance your CX practice.

NEW · MANIFESTO

Burn the Deck. Ten Virtues. Zero Excuses. — read our manifesto for the brave consultant.

Start reading →

AI TOOLS

FREE TOOLS

LEARNING

CULTURE

Customer Service · 10 August 2026

AI Perluas Peran, Pasar Kerja Layanan Pelanggan Menyusut

Adopsi AI yang meluas di pusat kontak mendorong pembekuan rekrutan dan pemangkasan staf, menggeser AI dari alat bantu menjadi pengganti agen manusia dalam interaksi pelanggan.

Newsdesk
Curated briefing · 2 min read · 3 sources

Apa yang terjadi

Sejumlah laporan terbaru dari Yahoo Finance, CX Dive, dan Channel Dive menyoroti tren yang semakin nyata: kecerdasan buatan (AI) kini tidak lagi sekadar mendukung agen layanan pelanggan, tetapi mulai menggantikan peran mereka secara langsung. Berbagai perusahaan dilaporkan menerapkan pembekuan perekrutan dan pemangkasan jumlah staf di pusat kontak (contact centre) seiring meluasnya adopsi sistem AI untuk menangani interaksi pelanggan.

Laporan-laporan ini menggambarkan pergeseran dari fase eksperimen menuju implementasi berskala penuh, di mana peran AI diperluas dari sekadar alat bantu agen menjadi pengganti fungsi manusia dalam menangani volume interaksi yang signifikan. Perubahan ini memicu pertanyaan mendesak seputar kepercayaan pelanggan, keadilan bagi tenaga kerja yang terdampak, dan dampak jangka panjang terhadap kualitas pengalaman pelanggan secara keseluruhan.

Mengapa ini penting

Bagi dunia customer experience, pergeseran ini menandai titik balik struktural, bukan sekadar efisiensi operasional biasa. Ketika AI mengambil alih interaksi yang sebelumnya ditangani manusia, pertanyaan bergeser dari "seberapa cepat AI dapat menjawab" menjadi "seberapa jauh pelanggan mempercayai jawaban itu, dan apa yang hilang ketika empati manusia tidak lagi menjadi bagian dari interaksi bernilai tinggi".

Dari sudut pandang perilaku konsumen, penurunan jumlah tenaga kerja layanan pelanggan berisiko menggeser persepsi merek dari "peduli pada pelanggan" menjadi "efisien tapi dingin" — terutama pada momen-momen bernilai emosional tinggi seperti komplain, klaim, atau situasi krisis. Ini menjadi peringatan bagi para praktisi service design untuk tidak menyamakan otomatisasi dengan peningkatan pengalaman, tanpa mempertimbangkan titik-titik interaksi yang justru membutuhkan sentuhan manusia.

Pandangan Renascence

Yang sering luput dari narasi "AI menggantikan pekerjaan" adalah bahwa keputusan ini bukan semata soal teknologi, melainkan soal desain — pilihan sadar tentang interaksi mana yang boleh diotomatisasi, dan mana yang harus tetap dijaga sebagai ruang manusiawi.

Pemangkasan tenaga kerja layanan pelanggan sering dibingkai sebagai kemajuan efisiensi, padahal risiko sesungguhnya terletak pada erosi kepercayaan yang tidak langsung terlihat di laporan keuangan kuartal ini. Operator yang benar-benar berorientasi pada pelanggan semestinya memetakan ulang perjalanan pelanggan mereka untuk menentukan momen-momen kritis yang secara perilaku membutuhkan empati manusia — lalu mengalokasikan penghematan biaya AI untuk memperkuat momen tersebut, bukan menghapusnya sepenuhnya. Efisiensi tanpa kalibrasi kepercayaan hanya memindahkan biaya dari neraca operasional ke reputasi jangka panjang.

Sources

This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.

Stay ahead of CX

Get the signal, not the noise.

The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.