About

The consultancy born at the intersection of behavioral economics and human experience.

NOW HIRING

Join a team reshaping how the world experiences brands.

View open roles →

COMPANY

GROW WITH US

CONNECT

Services

Comprehensive CX and management consulting for enterprise brands.

ALL SERVICES

Explore the full range of CX & management consulting services.

Browse all services →

CORE

SPECIALIST

Solutions

Structured solutions that turn CX ambition into measurable outcomes.

ALL SOLUTIONS

Explore every CX solution we offer.

Browse solutions →

STRATEGY & GOVERNANCE

DESIGN & DELIVERY

CULTURE & EXPERIENCE

Industries

A decade of CX transformation across the region's defining sectors.

ALL INDUSTRIES

See how we work across every sector.

Browse industries →

BUILT ENVIRONMENT

FINANCE & TECH

PEOPLE & MOBILITY

Products

Proprietary tools, platforms, and AI that power CX transformation.

ALL PRODUCTS

Explore the full Renascence product ecosystem.

Browse products →

AI & TECHNOLOGY

LEARNING & GAMES

PLATFORMS & TOOLS

AI PRODUCTS

Opinion

Insights, research, and conversations at the frontier of CX.

ReadExperience JournalArticles & research on CX, behavior, and transformation.Watch & listenExperience LoomOur video podcast on CX & behavior.CuratedCX NewsIndustry news that matters in CX, minus the noise.

Latest articles

Latest episodes

Latest news

Hub

Free tools, templates, and resources to advance your CX practice.

NEW · MANIFESTO

Burn the Deck. Ten Virtues. Zero Excuses. — read our manifesto for the brave consultant.

Start reading →

AI TOOLS

FREE TOOLS

LEARNING

CULTURE

Fintech · 10 August 2026

Stripe Akuisisi Bank Berlisensi AS untuk Perluas Layanan Fintech

Pendiri Stripe, John Collison, mengakuisisi bank berlisensi di Amerika Serikat, memberi Stripe kendali langsung atas deposito dan pinjaman tanpa bergantung pada bank mitra pihak ketiga.

Newsdesk
Curated briefing · 2 min read · 2 sources

Apa yang terjadi

John Collison, salah satu pendiri Stripe, telah mengakuisisi sebuah bank berlisensi (chartered bank) di Amerika Serikat. Langkah ini memberikan Stripe akses langsung ke fungsi penerimaan deposito dan pemberian pinjaman, tanpa lagi bergantung sepenuhnya pada bank mitra pihak ketiga seperti yang lazim dilakukan perusahaan fintech selama ini.

Selama ini, sebagian besar penyedia layanan fintech — termasuk Stripe — mengandalkan kemitraan dengan bank berlisensi untuk menjalankan fungsi inti perbankan, karena mereka sendiri tidak memegang izin perbankan penuh. Dengan mengakuisisi banknya sendiri, Stripe kini memiliki kendali lebih besar atas infrastruktur keuangan yang mendasari produknya, alih-alih hanya menjadi lapisan teknologi di atas bank pihak ketiga.

Akuisisi ini dilaporkan sebagai perluasan strategi Stripe untuk memperdalam jangkauannya di sektor jasa keuangan, dari sekadar pemroses pembayaran menjadi penyedia layanan perbankan yang lebih terintegrasi.

Mengapa ini penting

Bagi pengalaman pelanggan, kepemilikan langsung atas infrastruktur perbankan berarti Stripe dapat merancang perjalanan nasabah — mulai dari pembukaan rekening, verifikasi, hingga pencairan dana — tanpa harus menegosiasikan setiap perubahan dengan bank mitra eksternal. Ini membuka ruang untuk mempercepat siklus inovasi produk, mengurangi titik gesekan (friction) yang biasanya muncul akibat lapisan perantara, serta memberi kendali lebih penuh atas kebijakan risiko dan pengalaman transaksi.

Dari sudut pandang desain layanan, ini juga menandai pergeseran arsitektur yang lebih luas di industri fintech: perusahaan yang dulunya murni berbasis teknologi kini bergerak untuk memiliki tumpukan (stack) operasional secara vertikal. Bagi tim CX di sektor keuangan, ini adalah sinyal bahwa keunggulan kompetitif ke depan mungkin tidak lagi hanya soal antarmuka yang mulus, tetapi soal siapa yang mengendalikan lapisan infrastruktur di baliknya.

Renascence take

Godaan terbesar dalam membaca berita ini adalah menganggapnya sekadar konsolidasi bisnis. Namun bagi praktisi CX, ini adalah cerita tentang siapa yang menanggung risiko keputusan desain — dan siapa yang bisa menanggungnya dengan cepat.

Ketika sebuah perusahaan fintech memiliki bank sendiri, jarak antara "ide pengalaman pelanggan" dan "peluncurannya" menyusut drastis — tidak ada lagi negosiasi kepatuhan lintas-institusi yang memperlambat setiap perubahan kecil pada alur nasabah. Operator yang masih bergantung pada model kemitraan berlapis perlu menyadari bahwa kecepatan iterasi pengalaman pengguna kini menjadi fungsi dari struktur kepemilikan, bukan sekadar kualitas desain. Pelajaran perilaku di sini sederhana: nasabah tidak peduli siapa yang berada di balik layar, mereka hanya merasakan gesekan atau kelancaran — dan kelancaran itu makin sering ditentukan oleh siapa yang memegang kendali infrastruktur, bukan siapa yang membuat aplikasi paling cantik.

Sources

This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.

Stay ahead of CX

Get the signal, not the noise.

The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.