AI · 8 November 2026
Model AI Dessa dari Block: Gaya Bicara Canggung ala Teman Baru
Block, perusahaan yang dipimpin Jack Dorsey, mengumumkan Dessa, model AI yang menurut perusahaan dilatih dari nol menggunakan percakapan manusia. The Verge menggambarkan gaya bicaranya seperti teman baru yang canggung.
Apa yang terjadi
Block, perusahaan yang dipimpin Jack Dorsey, mengumumkan Dessa, sebuah model AI yang menurut perusahaan dilatih dari nol menggunakan percakapan manusia. Block juga membagikan contoh obrolan yang sengaja dibiarkan tidak dipoles, sehingga publik dapat melihat langsung gaya bicara model tersebut.
The Verge menggambarkan hasilnya sebagai AI yang berbicara seperti teman baru yang canggung. Liputan ini bersumber dari satu outlet, dan materi yang tersedia belum memuat detail teknis seperti arsitektur, skala data latih, atau rencana rilis, sehingga aspek tersebut belum dapat dikonfirmasi.
Mengapa ini penting
Dari sisi teknologi, Dessa tampaknya menunjukkan bahwa model percakapan dapat dirancang dengan fokus pada cara manusia berbicara, tidak hanya pada kelancaran jawaban. Bagi organisasi yang sedang memodernisasi layanan pelanggan dengan AI, arah ini relevan karena pertanyaan desainnya bergeser dari "apakah jawabannya benar" menjadi "apakah interaksinya terasa wajar".
Bagi pemimpin pengalaman dan transformasi digital, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa persona percakapan adalah keputusan desain. Nada, jeda, dan ketidaksempurnaan dapat membentuk kepercayaan pengguna, sehingga organisasi perlu menguji reaksi pengguna sebelum menetapkan standar suara untuk layanan mereka.
Sudut pandang Renascence
Sebagian besar pembaca akan tertarik pada kesan lucu atau janggal dari contoh obrolan tersebut. Yang lebih penting adalah prinsip perilaku di baliknya: pengguna cenderung menilai ketulusan dari ketidaksempurnaan yang terasa manusiawi, tetapi hanya selama ketidaksempurnaan itu tidak menghalangi penyelesaian masalah.
Keanehan bukanlah fitur, melainkan taruhan desain. Pelanggan tidak ingin ditemani; mereka ingin masalahnya selesai, dan kesan "teman" yang canggung bisa menjadi hambatan jika membuat mereka ragu. Operator yang serius sebaiknya menguji persona bergaya Dessa dalam alur layanan nyata, mengukur tingkat penyelesaian dan kepercayaan, lalu memutuskan seberapa manusiawi suara tersebut boleh terdengar.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in AI
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


