Digital Transformation · 7 November 2026
Snapchat Tembus 30 Juta Pelanggan Berbayar
Menurut laporan TechCrunch, Snapchat melampaui 30 juta pelanggan berbayar sekitar setahun setelah membatasi penyimpanan Memories gratis dan menawarkan tambahan $1,99 per bulan.
Apa yang terjadi
Snapchat telah melampaui 30 juta pelanggan berbayar, menurut laporan TechCrunch. Capaian ini tercatat sekitar setahun setelah platform tersebut mulai membatasi penyimpanan Memories gratis.
Pengguna yang membutuhkan ruang penyimpanan tambahan kini harus membayar $1,99 per bulan, atau berlangganan Snapchat+. Dengan perubahan ini, kebutuhan yang sebelumnya bisa dipenuhi tanpa biaya dialihkan menjadi tawaran berbayar. Pola seperti ini, di mana fitur dasar dibatasi lalu kapasitas tambahan dijual, kian sering digunakan oleh layanan digital yang besar.
Mengapa ini penting
Kasus ini menunjukkan bagaimana batas pada fitur gratis dapat menjadi pemicu konversi ke layanan berbayar. Bagi pemimpin pengalaman pelanggan, keputusan harga dan batas penggunaan secara langsung membentuk persepsi nilai dan tingkat kepuasan pengguna, sehingga perubahan seperti ini perlu dirancang dengan cermat.
Lensa yang paling relevan di sini adalah ekonomi perilaku. Pengguna yang sudah terbiasa menyimpan kenangan di satu tempat cenderung menganggap biaya kecil sebagai pilihan yang masuk akal, sehingga angka langganan dapat bertumbuh tanpa mengubah fitur inti. Laporan ini belum merinci dampaknya terhadap retensi atau kepuasan pengguna, sehingga kesimpulan tersebut sebaiknya diperlakukan sebagai hipotesis.
Sorotan angka
- 30 juta+ pelanggan berbayar yang dilaporkan Snapchat.
- $1,99 per bulan biaya untuk penyimpanan tambahan Memories.
- Sekitar satu tahun sejak pembatasan penyimpanan Memories gratis mulai diterapkan.
Perspektif Renascence
Sebagian besar pembaca akan berfokus pada angka 30 juta. Namun yang lebih layak dicermati adalah arsitektur pilihannya.
Yang sering terlewat adalah batas gratis yang jelas, harga yang rendah dan mudah dipahami, serta dua jalur pilihan yang sederhana, semuanya mengurangi gesekan dalam mengambil keputusan. Prinsip desain layanan di baliknya adalah membuat nilai tambahan terasa konkret pada saat pengguna benar-benar membutuhkannya, bukan sebagai promosi umum. Operator yang berorientasi pelanggan sebaiknya menguji sendiri titik batas mana yang memicu konversi, dan memastikan pengguna tidak kehilangan akses secara tiba-tiba sebelum ditawari jalan keluar berbayar.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Digital Transformation
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


