General · August 10, 2026
PTMB Percepat Peremajaan Pipa Bocor, Yudhi: Pelayanan Pelanggan Tetap Jadi Prioritas
PTMB Percepat Peremajaan Pipa Bocor, Yudhi: Pelayanan Pelanggan Tetap Jadi Prioritas Poskota Kaltim
Apa yang Terjadi
Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PTMB) mengumumkan langkah percepatan peremajaan jaringan pipa yang mengalami kebocoran, sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan distribusi air bersih ke pelanggan. Pernyataan ini disampaikan oleh pejabat PTMB, Yudhi, yang menegaskan bahwa meski proses perbaikan infrastruktur sedang berjalan, pelayanan kepada pelanggan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
Langkah ini merespons persoalan kebocoran pipa yang selama ini berdampak pada distribusi air ke sejumlah wilayah pelanggan. Dengan mempercepat penggantian pipa-pipa yang sudah tua atau rawan bocor, PTMB berupaya mengurangi gangguan pasokan air sekaligus menekan potensi kehilangan air non-revenue akibat kebocoran.
Mengapa Ini Penting
Bagi penyedia layanan publik seperti perusahaan air minum, kebocoran infrastruktur bukan sekadar masalah teknis, melainkan juga persoalan pengalaman pelanggan. Gangguan pasokan air yang berulang dapat mengikis kepercayaan pelanggan terhadap keandalan layanan, terlepas dari seberapa baik kualitas layanan pelanggan di titik kontak lain seperti pengaduan atau pembayaran.
Komitmen untuk menjaga pelayanan pelanggan di tengah pekerjaan infrastruktur menunjukkan kesadaran bahwa persepsi pelanggan terbentuk dari pengalaman menyeluruh — bukan hanya dari kualitas produk (air yang mengalir), tetapi juga dari bagaimana gangguan dikomunikasikan dan dikelola selama proses perbaikan berlangsung.
Sudut Pandang Renascence
Perbaikan infrastruktur fisik sering dipandang sebagai isu teknik semata, padahal ia adalah momen krusial dalam perjalanan pelanggan yang jarang dikelola dengan sengaja.
Kebocoran pipa adalah masalah rekayasa, tetapi cara pelanggan mengingat gangguan tersebut adalah masalah desain layanan. Operator yang benar-benar berorientasi pelanggan tidak hanya mempercepat perbaikan fisik, tetapi juga merancang komunikasi proaktif — pemberitahuan gangguan, estimasi waktu pemulihan, dan kanal pengaduan yang responsif — sehingga pelanggan merasa diperhitungkan selama proses berlangsung. Tanpa lapisan komunikasi ini, upaya perbaikan sebaik apa pun akan tetap terasa sebagai gangguan sepihak di mata pelanggan.
Sources
This briefing was written by the Renascence newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.