AI · 4 November 2026
Sakana AI Rekrut Jürgen Schmidhuber sebagai Penasihat Ilmiah Kepala
Sakana AI yang berbasis di Tokyo merekrut Jürgen Schmidhuber sebagai Penasihat Ilmiah Kepala untuk membantu memimpin RSI Lab, unit riset baru yang berfokus pada recursive self-improvement.
Apa yang terjadi
Sakana AI, perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di Tokyo, merekrut Jürgen Schmidhuber sebagai Penasihat Ilmiah Kepala. Perusahaan menyebut Schmidhuber sebagai "bapak AI modern", dan perekrutan ini menandai penguatan kapasitas riset perusahaan di bidang kecerdasan buatan.
Schmidhuber akan membantu memimpin RSI Lab, unit riset baru Sakana yang berfokus pada recursive self-improvement, yakni pengembangan sistem AI yang mampu terus meningkatkan dirinya sendiri. Menurut laporan The Decoder, gagasan Schmidhuber dari era 1990-an sudah membentuk sejumlah proyek Sakana, termasuk Darwin Gödel Machine.
Mengapa ini penting
Arah riset ini menggeser pertanyaan dari sekadar seberapa baik sebuah model bekerja saat diluncurkan menjadi seberapa baik sistem itu dapat beradaptasi dan memperbaiki metodenya sendiri. Bagi organisasi yang mengadopsi AI dalam layanan, pergeseran ini berarti perilaku sistem dapat berubah seiring waktu, sehingga tata kelola, pemantauan, dan pengujian berkelanjutan menjadi bagian dari desain operasi, bukan pekerjaan tambahan.
Perekrutan figur berpengaruh seperti Schmidhuber juga menunjukkan bahwa kompetisi di sektor ini semakin bertumpu pada kedalaman riset, bukan hanya pada skala produk. Pemimpin transformasi digital perlu memantau apakah kemajuan semacam ini akhirnya tercermin dalam alat yang benar-benar dipakai pelanggan dan karyawan.
Pandangan Renascence
Berita kepegawaian seperti ini mudah dibaca sebagai kabar prestise, padahal yang paling relevan adalah konsekuensi operasionalnya. Sistem yang terus memperbaiki dirinya menuntut pendekatan layanan yang juga terus belajar, bukan proses yang dirancang sekali lalu dibiarkan.
Sebagian besar pembaca akan fokus pada nama besar di balik pengumuman ini, padahal yang perlu dipikirkan adalah apa yang terjadi ketika sebuah sistem berubah tanpa intervensi manusia setiap saat. Prinsip desain layanan yang relevan di sini adalah kejelasan batas: pelanggan dan karyawan harus tahu kapan sistem bertindak, apa yang berubah, dan bagaimana mereka bisa memberi koreksi. Operator yang berorientasi pada pelanggan sebaiknya memperlakukan setiap peningkatan AI sebagai perubahan layanan yang perlu diuji, diukur, dan dikomunikasikan, bukan sebagai pembaruan teknis semata.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in AI
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


