About

The consultancy born at the intersection of behavioral economics and human experience.

NOW HIRING

Join a team reshaping how the world experiences brands.

View open roles →

COMPANY

GROW WITH US

CONNECT

Services

Comprehensive CX and management consulting for enterprise brands.

ALL SERVICES

Explore the full range of CX & management consulting services.

Browse all services →

CORE

SPECIALIST

Solutions

Structured solutions that turn CX ambition into measurable outcomes.

ALL SOLUTIONS

Explore every CX solution we offer.

Browse solutions →

STRATEGY & GOVERNANCE

DESIGN & DELIVERY

CULTURE & EXPERIENCE

Industries

A decade of CX transformation across the region's defining sectors.

ALL INDUSTRIES

See how we work across every sector.

Browse industries →

BUILT ENVIRONMENT

FINANCE & TECH

PEOPLE & MOBILITY

Products

Proprietary tools, platforms, and AI that power CX transformation.

ALL PRODUCTS

Explore the full Renascence product ecosystem.

Browse products →

AI & TECHNOLOGY

LEARNING & GAMES

PLATFORMS & TOOLS

AI PRODUCTS

Opinion

Insights, research, and conversations at the frontier of CX.

ReadExperience JournalArticles & research on CX, behavior, and transformation.Watch & listenExperience LoomOur video podcast on CX & behavior.CuratedCX NewsIndustry news that matters in CX, minus the noise.

Latest articles

Latest episodes

Latest news

Hub

Free tools, templates, and resources to advance your CX practice.

NEW · MANIFESTO

Burn the Deck. Ten Virtues. Zero Excuses. — read our manifesto for the brave consultant.

Start reading →

AI TOOLS

FREE TOOLS

LEARNING

CULTURE

General · 7 August 2026

KTM Co-Branding BTN dan Undip untuk 17.000 Mahasiswa Baru

BTN dan Undip meluncurkan KTM co-branding yang menyatukan identitas akademik dan layanan perbankan dalam satu kartu bagi 17.000 mahasiswa baru Undip.

Newsdesk
Curated briefing · 2 min read · 2 sources

Apa yang terjadi

Bank Tabungan Negara (BTN) dan Universitas Diponegoro (Undip) resmi meluncurkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) co-branding yang sekaligus berfungsi sebagai kartu perbankan. Produk bersama ini diperuntukkan bagi sekitar 17.000 mahasiswa baru Undip dan menjadi bagian dari agenda transformasi digital kampus yang lebih luas.

KTM co-branding tersebut mengintegrasikan identitas akademik mahasiswa dengan layanan keuangan dalam satu kartu fisik. Dengan demikian, mahasiswa tidak perlu membawa dua kartu terpisah — kartu identitas kampus dan kartu bank — karena keduanya kini menyatu dalam satu instrumen. Peluncuran ini menandai perluasan kemitraan antara BTN dan institusi pendidikan tinggi di Indonesia sebagai bagian dari strategi akuisisi nasabah muda secara terstruktur.

Mengapa ini penting

Dari perspektif pengalaman pelanggan, inisiatif ini mencerminkan prinsip pengurangan gesekan (friction reduction) yang fundamental: semakin sedikit langkah yang harus ditempuh seseorang untuk mengakses layanan, semakin besar kemungkinan mereka terlibat secara konsisten. Bagi mahasiswa baru yang tengah beradaptasi dengan lingkungan kampus, menyederhanakan onboarding perbankan ke dalam proses administrasi akademik yang sudah ada adalah keputusan desain layanan yang cerdas.

Dari sudut pandang ekonomi perilaku, momen transisi — seperti memasuki dunia perkuliahan — adalah titik di mana kebiasaan finansial baru terbentuk. Institusi keuangan yang berhasil hadir pada momen tersebut memiliki peluang lebih besar untuk membangun loyalitas jangka panjang. KTM co-branding ini secara efektif memanfaatkan fresh start effect: mahasiswa baru cenderung lebih terbuka terhadap produk dan layanan baru di awal babak kehidupan yang baru.

Angka-angka penting

  • 17.000 mahasiswa baru Undip menjadi target penerima KTM co-branding BTN pada tahap awal peluncuran.
  • 1 kartu menggabungkan dua fungsi: identitas akademik resmi kampus dan akses layanan perbankan BTN.

Sudut pandang Renascence

Yang kerap luput dari perhatian dalam kemitraan semacam ini adalah bahwa nilai sesungguhnya bukan terletak pada kartu itu sendiri, melainkan pada momen desain pengalaman yang menyertainya — bagaimana mahasiswa pertama kali menerima, mengaktifkan, dan memahami kartu tersebut. Jika proses onboarding digital setelah penerimaan kartu tidak dirancang dengan cermat, keunggulan kompetitif dari integrasi fisik ini akan menguap begitu saja.

Kebanyakan institusi keuangan mengukur keberhasilan co-branding dari jumlah kartu yang diterbitkan, bukan dari seberapa dalam nasabah baru benar-benar menggunakan layanannya. Padahal, titik kritis ada di minggu pertama dan kedua setelah kartu diterima — itulah jendela perilaku yang menentukan apakah seorang mahasiswa akan menjadi pengguna aktif atau sekadar pemegang kartu pasif. Operator yang serius perlu merancang triggered engagement berbasis momen: notifikasi kontekstual, panduan singkat yang relevan dengan kehidupan kampus, dan insentif kecil yang mendorong transaksi pertama. Tanpa itu, 17.000 kartu hanyalah 17.000 potensi yang belum diaktifkan.

Sources

This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.

Stay ahead of CX

Get the signal, not the noise.

The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.