Banking · 29 October 2026
I&M Bank Kenya Pilih Otoma untuk Modernisasi Pembayaran End-to-End
I&M Bank, bank komersial Tier 1 di Kenya, memilih Otoma, penyedia infrastruktur pembayaran berbasis AI dan no-code, untuk memodernisasi seluruh rantai pembayaran end-to-end. Menurut Finextra, tujuannya adalah layanan pembayaran yang lebih cepat, andal, dan efisien bagi nasabah.
Apa yang terjadi
I&M Bank, bank komersial Tier 1 di Kenya, memilih Otoma, penyedia infrastruktur pembayaran berbasis AI dan tanpa kode (no-code), untuk memodernisasi teknologi pembayaran end-to-end-nya. Menurut laporan Finextra, tujuannya adalah layanan pembayaran yang lebih cepat, lebih andal, dan lebih efisien bagi nasabah.
Pemilihan ini menempatkan Otoma sebagai mitra untuk seluruh rantai pembayaran bank, bukan sekadar satu modul terpisah. Informasi yang tersedia belum merinci cakupan kontrak, jadwal implementasi, maupun kapan sistem baru akan beroperasi penuh.
Mengapa ini penting
Bagi pemimpin di bidang pengalaman, AI, dan transformasi digital, kasus ini menunjukkan bahwa modernisasi pembayaran semakin bergerak ke arah platform yang dirancang AI-native dan dapat dikonfigurasi tanpa pemrograman kode. Pola seperti ini berpotensi mengubah cara bank merespons perubahan produk: tim bisnis dapat mengatur alur pembayaran dengan lebih mandiri, sementara tim teknologi tidak perlu membangun ulang setiap perubahan dari awal.
Bagi nasabah, pembayaran adalah momen kepercayaan yang paling sering dirasakan. Kecepatan dan keandalan menjadi jauh lebih penting ketika kegagalan transaksi langsung terlihat oleh pengguna. Karena itu, tujuan yang dinyatakan I&M Bank menjadikan modernisasi ini relevan bagi pengalaman nasabah, bukan hanya bagi infrastruktur.
Sudut pandang Renascence
Yang sering terlewat dari berita seperti ini adalah bahwa pembayaran yang lebih cepat tidak otomatis berarti pengalaman yang lebih baik. Nasabah jarang menilai sistem dari arsitekturnya. Mereka menilai dari kepastian: apakah dana sudah terkirim, apakah statusnya jelas, dan apakah kesalahan bisa dipulihkan tanpa harus menghubungi call center.
Modernisasi pembayaran sebaiknya dimulai dari titik-titik ketidakpastian yang dialami nasabah, bukan dari fitur teknologi. Prinsip desain layanan di baliknya sederhana: kurangi momen ketika nasabah harus bertanya "apakah ini berhasil?". Operator yang serius akan memetakan perjalanan kegagalan transaksi sebelum memilih platform, lalu menjadikan kejelasan status dan pemulihan sebagai indikator keberhasilan utama. Kecepatan tanpa transparansi hanya memindahkan keluhan ke saluran lain.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Banking
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


