General · 25 October 2026
Bali Tech Week 2026 Dibuka, Meutya Hafid Soroti Transformasi Digital Berkelanjutan
Bali Tech Week 2026 resmi dibuka, dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa transformasi digital perlu terhubung, tumbuh, dan terjaga. Rincian program dan agenda sesi belum dapat dikonfirmasi dari sumber ini.
Apa yang terjadi
Bali Tech Week 2026 resmi dibuka, dan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa transformasi digital perlu bersifat terhubung, tumbuh, dan terjaga. Informasi ini disampaikan dalam pemberitaan Kementerian Komunikasi dan Digital.
Pesan pembukaan menempatkan cara transformasi digital dijalankan sebagai pusat perhatian, bukan sekadar adopsi teknologi. Ketiga kata tersebut menjadi kerangka utama untuk menggambarkan arah yang ingin dicapai.
Materi yang tersedia hanya memuat judul dan ringkasan pembukaan. Rincian program, daftar pembicara, agenda sesi, maupun cakupan kerja sama belum dapat dikonfirmasi dari sumber ini.
Mengapa ini penting
Ketika otoritas digital nasional menyoroti keberlanjutan transformasi, sinyal yang tertangkap adalah pergeseran fokus dari peluncuran sistem menuju operasi jangka panjang. Bagi organisasi publik maupun swasta, layanan digital kini diukur dari kemampuannya bertahan dan berkembang seiring kebutuhan pengguna.
Bagi pemimpin di bidang pengalaman pelanggan, kdata, dan AI, pesan ini relevan karena model operasional yang berubah menuntut tata kelola, kapabilitas tim, dan desain layanan yang ikut berkembang. Transformasi yang hanya berhenti pada peluncuran aplikasi atau platform jarang bertahan tanpa perubahan cara kerja di dalam organisasi.
Sikap Renascence
Judul acara mudah dibaca sebagai slogan, tetapi kata "terjaga" adalah yang paling sulit diwujudkan. Hampir semua program digitalisasi berhasil di tahap peluncuran, lalu melemah ketika insentif, anggaran, dan perhatian manajemen bergeser.
Yang sering luput dari pembahasan transformasi digital adalah bahwa keberlanjutan adalah masalah perilaku, bukan teknologi. Pengguna dan staf akan kembali ke cara lama begitu pengalaman digital terasa lebih berat daripada jalan pintas yang sudah dikenal. Operator yang serius sebaiknya mengukur keberlanjutan melalui perilaku nyata, misalnya tingkat penggunaan ulang layanan dan kepatuhan pada jalur digital, dan menjadikannya indikator kinerja setara dengan kecepatan peluncuran.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


