Banking · 19 October 2026
Pencegahan Penipuan: ITSS Gandeng Feedzai untuk Perbankan Digital
IT Smart Systems (ITSS) bermitra dengan Feedzai untuk memasang mesin risiko berbasis AI ke dalam infrastruktur perbankan digital, memadukan deteksi penipuan dengan layanan implementasi.
Apa yang terjadi
IT Smart Systems (ITSS) menjalin kemitraan dengan Feedzai, perusahaan deteksi penipuan yang dibangun secara native di atas AI. Kerja sama ini bertujuan menanamkan mesin risiko (risk engine) Feedzai ke dalam infrastruktur perbankan digital milik bank.
Menurut laporan Finextra, kemitraan ini memadukan teknologi deteksi Feedzai dengan layanan implementasi dari ITSS. Dengan model tersebut, bank tidak hanya memperoleh kemampuan deteksi, tetapi juga dukungan untuk memasang dan mengoperasikannya di dalam sistem mereka. Pemberitaan yang tersedia belum merinci bank yang terlibat, jadwal penerapan, ataupun hasil yang sudah tercapai.
Mengapa ini penting
Kemitraan ini menunjukkan bahwa pencegahan penipuan kini bergerak dari sekadar alat tambahan menjadi lapisan yang tertanam langsung di jalur digital perbankan. Ketika kemampuan AI masuk ke infrastruktur inti, keputusan risiko terjadi di setiap titik interaksi, mulai dari pembukaan rekening hingga pembayaran, dan dampaknya langsung dirasakan nasabah.
Bagi pemimpin di bidang transformasi digital, pelajarannya adalah kapabilitas deteksi saja belum cukup. Keberhasilan sangat bergantung pada integrasi, pengoperasian, dan kesiapan organisasi untuk menjalankannya. Pemasangan yang rapi akan menentukan apakah teknologi ini benar-benar melindungi layanan atau justru menambah beban bagi tim dan pelanggan.
Perspektif Renascence
Dari sudut pandang pengalaman pelanggan, pencegahan penipuan sering kali terasa hanya sebagai gesekan: verifikasi tambahan, transaksi yang tertahan, atau kartu yang diblokir tanpa penjelasan. Kemitraan seperti ini layak dibaca lebih dari sekadar soal kecanggihan algoritme.
Sebagian besar pembaca akan fokus pada kecanggihan AI, padahal yang menentukan kepercayaan nasabah adalah seberapa sedikit mereka merasakan pengamanan itu. Prinsip perancangan layanannya sederhana: keputusan risiko harus dirancang sebagai bagian dari perjalanan nasabah, bukan sebagai penghalang di ujungnya. Operator yang serius sebaiknya memetakan setiap titik keputusan risiko di alur digital mereka dan mengukur positif palsu sebagai biaya pengalaman, bukan sekadar biaya operasional. Jika pengamanan tidak terasa bagi nasabah yang jujur, berarti desainnya sudah tepat.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Banking
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


