AI · 14 October 2026
Workshop Transformasi Digital Pendidikan: Remaja di Surabaya Habiskan 9 Jam Per Hari Untuk AI - harian.disway.id
Workshop Transformasi Digital Pendidikan: Remaja di Surabaya Habiskan 9 Jam Per Hari Untuk AI - harian.disway.id HARIAN DISWAY
Apa yang terjadi
Sebuah workshop bertema transformasi digital pendidikan yang digelar di Surabaya mengungkap temuan mencolok: rata-rata remaja peserta mengaku menghabiskan hingga 9 jam per hari berinteraksi dengan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI), mulai dari aplikasi pembelajaran, media sosial, hingga asisten virtual. Temuan ini disampaikan sebagai bagian dari diskusi mengenai bagaimana generasi muda beradaptasi dengan arus digitalisasi di sektor pendidikan.
Workshop tersebut, sebagaimana diberitakan Harian Disway, menyoroti pergeseran pola belajar dan interaksi sosial remaja akibat paparan teknologi AI yang semakin intensif. Para pembicara menekankan perlunya pendekatan literasi digital yang lebih terstruktur agar penggunaan AI oleh pelajar tetap produktif dan tidak sekadar konsumtif.
Mengapa ini penting
Angka 9 jam per hari menjadi indikator nyata betapa dalamnya AI telah meresap ke keseharian generasi muda, jauh melampaui sekadar alat bantu tugas sekolah. Bagi pengelola institusi pendidikan maupun pembuat kebijakan digital, ini menegaskan urgensi merancang kurikulum dan program literasi digital yang sejalan dengan realitas penggunaan teknologi siswa, bukan tertinggal di belakangnya.
Dari sudut pandang transformasi layanan publik, temuan ini juga menjadi sinyal bagi penyedia platform pendidikan digital bahwa desain produk perlu mempertimbangkan dampak perilaku jangka panjang, termasuk potensi ketergantungan, pola konsentrasi, dan kualitas interaksi sosial generasi yang tumbuh bersama AI.
Angka penting
- 9 jam per hari — rata-rata waktu yang dihabiskan remaja peserta workshop di Surabaya untuk berinteraksi dengan teknologi berbasis AI.
Pandangan Renascence
Statistik ini sering dibaca sebagai alarm soal "kecanduan gadget", padahal persoalan intinya lebih mendalam: bagaimana desain pengalaman digital membentuk kebiasaan generasi yang akan menjadi tenaga kerja dan konsumen masa depan.
Sembilan jam sehari bukan sekadar angka screen time, melainkan cerminan bagaimana desain produk AI berhasil merebut perhatian tanpa selalu memberi nilai yang sepadan. Institusi pendidikan dan penyedia teknologi perlu berhenti memperlakukan literasi digital sebagai pelengkap kurikulum, dan mulai merancang pengalaman belajar berbasis AI yang secara sengaja mengajarkan jeda, refleksi, dan kontrol diri — bukan hanya kelancaran interaksi. Operator yang serius soal pengalaman pengguna jangka panjang akan mengukur kualitas keterlibatan, bukan sekadar durasinya.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
More in AI
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


