Customer Experience · 12 October 2026
Ketika layanan drive-thru terasa cepat dan ramah, kepuasan pun meningkat
Sebuah studi oleh majalah QSR dan InTouch Insight menemukan bahwa jaringan drive-thru paling ramah—Dutch Bros, Chick-fil-A, dan Starbucks—juga menempati peringkat tertinggi dalam kepuasan pelanggan secara keseluruhan.
Apa yang Terjadi
Studi terbaru dari QSR magazine bersama InTouch Insight menemukan bahwa jaringan restoran cepat saji dengan layanan drive-thru paling ramah juga menempati peringkat tertinggi dalam kepuasan pelanggan secara keseluruhan. Dutch Bros, Chick-fil-A, dan Starbucks disebut sebagai tiga merek yang konsisten unggul dalam keramahan staf sekaligus kepuasan pelanggan di jalur drive-thru.
Temuan ini menegaskan pola yang sudah lama diamati dalam industri QSR (quick-service restaurant): kecepatan transaksi penting, tetapi kualitas interaksi manusia di titik layanan tetap menjadi faktor penentu utama bagi persepsi pelanggan terhadap pengalaman drive-thru secara keseluruhan.
Mengapa Ini Penting
Bagi para pemimpin di bidang pengalaman pelanggan dan desain layanan, temuan ini memperkuat argumen bahwa efisiensi operasional saja tidak cukup untuk membangun loyalitas. Drive-thru sering dipandang sebagai titik kontak transaksional yang serba cepat, namun hasil studi ini menunjukkan bahwa elemen afektif — nada suara, sapaan, dan sikap ramah dari staf — tetap menjadi pembeda yang kuat di tengah tekanan industri untuk mempercepat waktu layanan.
Ini menjadi pengingat bagi operator QSR bahwa investasi pada pelatihan staf garis depan dan budaya layanan berdampak langsung pada metrik kepuasan, bukan hanya pada kecepatan antrean atau akurasi pesanan semata.
Pandangan Renascence
Industri drive-thru selama bertahun-tahun berfokus pada optimasi waktu tunggu sebagai proksi utama kepuasan pelanggan. Studi ini menantang asumsi tersebut dengan menunjukkan bahwa kehangatan interaksi manusia dapat menjadi faktor pembeda yang lebih kuat dibanding kecepatan semata.
Banyak operator QSR masih memperlakukan keramahan sebagai "nice to have" yang dikorbankan demi kecepatan, padahal data ini menunjukkan sebaliknya — keramahan adalah pendorong loyalitas yang terukur. Prinsip di baliknya sederhana: pelanggan mengingat bagaimana perasaan mereka diperlakukan, bukan hanya berapa detik mereka menunggu. Operator yang benar-benar berorientasi pada pelanggan perlu mendesain ulang metrik keberhasilan drive-thru agar mencakup kualitas interaksi, bukan sekadar kecepatan transaksi, dan melatih staf garis depan untuk mempertahankan kehangatan bahkan di jam-jam tersibuk.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
More in Customer Experience
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


