General · 12 October 2026
Telkomsel Siagakan 296 BTS 4G dan 5G untuk MotoGP Mandalika 2026
Telkomsel menyiapkan 296 BTS 4G dan 5G di kawasan Sirkuit Mandalika untuk mengantisipasi lonjakan trafik data selama MotoGP Mandalika 2026.
Apa yang terjadi
Telkomsel mengumumkan kesiapan jaringan untuk ajang MotoGP Mandalika 2026 dengan menyiagakan 296 BTS 4G dan 5G di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan infrastruktur telekomunikasi menjelang gelaran balap motor internasional tersebut.
Penambahan dan penguatan kapasitas jaringan ini ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan trafik data selama penyelenggaraan event, mengingat ribuan penonton, kru media, tim balap, dan wisatawan domestik maupun mancanegara biasanya berkumpul di satu lokasi dalam waktu bersamaan.
Mengapa ini penting
Event besar seperti MotoGP kerap menjadi ujian nyata bagi ketahanan infrastruktur digital operator telekomunikasi. Kepadatan pengguna dalam radius terbatas menuntut kombinasi kapasitas jaringan 4G dan 5G yang memadai agar layanan komunikasi, streaming, dan transaksi digital tetap berjalan lancar tanpa gangguan.
Bagi pelaku transformasi digital dan penyedia layanan publik, kesiapan jaringan semacam ini menggambarkan bagaimana investasi infrastruktur telekomunikasi kini menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman pengunjung di sebuah destinasi atau event berskala internasional — bukan sekadar urusan teknis di belakang layar, melainkan elemen yang memengaruhi persepsi publik terhadap kualitas penyelenggaraan.
Dilihat dari angka
- 296 BTS 4G dan 5G disiapkan Telkomsel untuk mendukung penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026.
Pandangan Renascence
Kesiapan jaringan untuk event besar sering dipandang semata sebagai isu teknis, padahal sejatinya ini adalah keputusan pengalaman pelanggan dalam bentuk infrastruktur. Operator yang gagal mengantisipasi lonjakan trafik berisiko membuat pengunjung mengingat sebuah event bukan karena balapannya, melainkan karena sinyal yang putus-putus saat mereka mencoba mengunggah momen atau menghubungi keluarga.
Kapasitas jaringan pada hari besar adalah bentuk janji layanan yang jarang disadari penyelenggara maupun operator telekomunikasi. Yang sering terlewat adalah bahwa pengalaman "tanpa gangguan" justru paling diingat ketika gagal, bukan ketika berhasil — sehingga kesuksesan nyaris tidak terlihat, namun kegagalan langsung viral. Operator yang benar-benar berorientasi pada pengguna semestinya mengukur bukan hanya jumlah BTS yang disiagakan, tetapi juga pengalaman nyata di titik-titik kepadatan tertinggi, seperti area tribun, paddock, dan pintu keluar-masuk, lalu mempublikasikan data performa pasca-event sebagai bentuk akuntabilitas layanan.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.
