General · 1 October 2026
Transformasi Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026
Transformasi Digital Pemkot Makassar Berbuah Predikat Kota TP2DD Terbaik 2026 makassar.terkini.id
Apa yang terjadi
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menerima predikat sebagai kota dengan capaian Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) terbaik untuk kategori 2026. Pengakuan ini disebut sebagai hasil dari langkah transformasi digital yang dijalankan Pemkot Makassar dalam mempercepat digitalisasi transaksi dan layanan pemerintahan daerah.
TP2DD sendiri merupakan program nasional yang mendorong pemerintah daerah di Indonesia untuk memperluas penggunaan transaksi digital, termasuk pembayaran non-tunai, guna meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan keuangan daerah. Predikat kota terbaik ini menempatkan Makassar sebagai salah satu rujukan dalam implementasi program tersebut.
Mengapa ini penting
Bagi pemerintah daerah lain di Indonesia, pencapaian Makassar menjadi sinyal bahwa transformasi digital di sektor publik — khususnya dalam hal digitalisasi transaksi dan layanan — dapat diukur dan diapresiasi secara formal melalui kerangka kerja nasional seperti TP2DD. Ini menegaskan bahwa modernisasi layanan publik tidak lagi sekadar inisiatif teknis, tetapi juga menjadi indikator kinerja yang diperhitungkan dalam evaluasi tata kelola daerah.
Predikat semacam ini juga berpotensi memengaruhi cara warga dan pelaku usaha lokal berinteraksi dengan layanan pemerintah — mulai dari pembayaran pajak, retribusi, hingga transaksi layanan publik lainnya. Ketika proses digitalisasi dijalankan secara konsisten, pengalaman warga dalam mengakses layanan pemerintah berpotensi menjadi lebih cepat, lebih transparan, dan lebih mudah dipantau.
Pandangan Renascence
Penghargaan seperti predikat TP2DD terbaik sering dibaca sebagai pencapaian administratif, padahal nilai sesungguhnya terletak pada bagaimana transformasi itu dirasakan oleh warga sehari-hari.
Predikat semacam ini mudah dirayakan sebagai pencapaian birokrasi, tetapi ukuran sebenarnya adalah apakah warga Makassar merasakan proses yang lebih sederhana saat membayar retribusi atau mengurus layanan publik. Prinsip di baliknya sederhana: digitalisasi hanya bernilai jika mengurangi friksi bagi penggunanya, bukan hanya memindahkan proses manual ke format elektronik. Pemerintah daerah lain yang ingin mengikuti jejak ini sebaiknya mulai dari memetakan titik-titik keluhan warga dalam transaksi harian, bukan sekadar mengejar indikator digitalisasi di atas kertas.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.
