Fintech · 30 October 2026
TD Bank US Jalin Kemitraan dengan Akoya untuk Open Banking
TD Bank U.S. menjalin kemitraan dengan Akoya untuk membuat pertukaran data keuangan lebih aman, transparan, dan berada di bawah kendali nasabah, menurut laporan Finextra.
Apa yang terjadi
TD Bank U.S. menjalin kemitraan dengan Akoya untuk membuat pertukaran data keuangan lebih aman, lebih transparan, dan berada di bawah kendali konsumen. Kabar ini dilaporkan oleh Finextra.
Kerja sama tersebut berkaitan dengan open banking, yaitu model ketika nasabah dapat memberi izin kepada pihak ketiga yang berwenang untuk mengakses data rekening mereka demi layanan keuangan tertentu. Fokus utama kemitraan ini adalah memastikan proses berbagi data berjalan dengan pengawasan yang jelas bagi nasabah, bukan sekadar mempercepat akses data.
Laporan yang tersedia belum merinci tanggal peluncuran, cakupan produk, maupun dampak finansial kemitraan ini. Karena itu, pembahasan di bawah ini berfokus pada implikasi desain layanan dan pengalaman nasabah.
Mengapa ini penting
Bagi bank, berbagi data dengan pihak lain sering terasa seperti dua hal yang saling bertentangan: nasabah ingin layanan yang lebih personal dan terhubung, tetapi mereka juga khawatir tentang siapa yang melihat data mereka dan untuk apa. Kemitraan yang menekankan keamanan, transparansi, dan kontrol nasabah menunjukkan bahwa industri mulai memperlakukan izin data sebagai bagian dari pengalaman layanan itu sendiri.
Dari sisi transformasi digital, langkah seperti ini mengubah cara lembaga keuangan membangun layanan. Tim produk, kepatuhan, dan teknologi perlu bekerja dalam satu alur yang sama, mulai dari persetujuan nasabah, pencabutan izin, hingga bagaimana nasabah memantau akses data mereka. Tanpa alur yang jelas, kemampuan teknis untuk berbagi data hanya akan menghasilkan layanan yang sulit dipahami dan kurang dipercaya.
Perspektif Renascence
Berita semacam ini mudah dibaca sebagai kabar kemitraan teknologi biasa, padahal inti persoalannya adalah kepercayaan yang dibangun secara bertahap. Banyak pembaca akan fokus pada sisi keamanan, tetapi pengalaman yang sebenarnya dirasakan nasabah terjadi pada momen persetujuan, saat mereka memutuskan apakah akan memberi izin dan apakah mereka masih merasa memegang kendali setelahnya.
Kontrol yang nyata bukan sekadar tombol "setujui", melainkan kemampuan untuk melihat, mengubah, dan mencabut izin kapan saja tanpa merasa tersesat. Prinsip desain perilaku di baliknya sederhana: nasabah hanya akan berbagi data secara sukarela jika mereka memahami manfaat dan risikonya dalam bahasa yang jelas. Operator yang serius tentang kepercayaan sebaiknya menguji alur persetujuan dengan nasabah sungguhan, lalu mengukur apakah mereka benar-benar paham apa yang sedang mereka setujui. Di sinilah open banking berhasil atau gagal sebagai pengalaman, bukan sekadar sebagai infrastruktur.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Fintech
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


