General · 14 October 2026
Danantara Umumkan 100 BUMN dengan Layanan Pelanggan Terbaik
Danantara merilis daftar 100 BUMN dengan pelayanan pelanggan terbaik sebagai tolok ukur kualitas layanan di sektor perusahaan negara Indonesia.
Apa yang terjadi
Danantara, lembaga pengelola investasi badan usaha milik negara (BUMN) Indonesia, mengumumkan daftar 100 BUMN yang dinilai memiliki pelayanan pelanggan terbaik. Pengumuman ini disampaikan sebagai bagian dari evaluasi kinerja layanan di lingkungan perusahaan-perusahaan pelat merah, dengan tujuan memberikan tolok ukur kualitas layanan antar-BUMN.
Menurut pemberitaan yang beredar, penilaian tersebut mencakup berbagai sektor BUMN, dari perbankan hingga energi dan infrastruktur, meski rincian metodologi penilaian serta kriteria spesifik yang digunakan belum diuraikan secara mendalam dalam laporan-laporan yang ada. Daftar ini disebut akan menjadi acuan publik untuk menilai sejauh mana perusahaan negara mampu memberikan pengalaman pelanggan yang kompetitif.
Mengapa ini penting
Langkah Danantara menandai upaya formal untuk membawa standar pelayanan pelanggan ke dalam agenda pengawasan BUMN, sebuah sektor yang kerap dipandang kurang responsif dibandingkan pemain swasta. Dengan merilis peringkat publik, Danantara menciptakan insentif reputasional bagi direksi BUMN untuk memprioritaskan kualitas layanan, bukan semata kinerja finansial atau operasional.
Bagi para pemimpin transformasi digital dan desain layanan, inisiatif semacam ini menunjukkan bagaimana badan pengelola negara dapat memakai mekanisme pembandingan (benchmarking) dan transparansi publik sebagai pendorong perbaikan pengalaman pelanggan secara sistemik, bukan hanya di tingkat perusahaan individual.
Sesuai angka
- 100 BUMN masuk dalam daftar yang diumumkan Danantara sebagai perusahaan dengan pelayanan pelanggan terbaik.
Pandangan Renascence
Pengumuman semacam ini mudah dibaca sebagai sekadar seremoni kehumasan, padahal esensinya adalah soal insentif perilaku: ketika kualitas layanan diukur dan dipublikasikan, ia berubah dari aspirasi internal menjadi metrik yang diperhitungkan di ruang rapat direksi.
Yang sering luput dari perhatian adalah bahwa peringkat publik hanya efektif mengubah perilaku jika metodologinya transparan dan dapat diverifikasi pelanggan itu sendiri — bukan hanya oleh regulator atau pemilik modal. Prinsip ekonomi perilaku di balik ini sederhana: orang dan organisasi merespons apa yang diukur dan dilihat orang lain, bukan apa yang dijanjikan dalam visi-misi. Operator BUMN yang benar-benar ingin naik peringkat tahun depan sebaiknya mulai dari titik kontak pelanggan paling sering dikeluhkan, lalu mempublikasikan datanya sendiri secara berkala — bukan menunggu pengumuman tahunan untuk tahu posisi mereka.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.


