General · 12 October 2026
Perkuat Layanan Pelanggan, XLSMART Buka Tiga XL Center Baru...
Perkuat Layanan Pelanggan, XLSMART Buka Tiga XL Center Baru... SINDOmakassar
Apa yang terjadi
XLSMART resmi membuka tiga gerai baru XL Center sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan pelanggan di wilayahnya. Pembukaan ini diberitakan oleh sejumlah media lokal, termasuk SINDOmakassar, Rakyatku.Com, dan Daulat Rakyat, yang menyoroti langkah XLSMART memperluas titik layanan tatap muka bagi pelanggannya.
Ketiga gerai baru tersebut menambah jaringan XL Center yang sudah ada, dengan tujuan mempermudah akses pelanggan terhadap layanan purnajual, konsultasi produk, hingga penanganan keluhan secara langsung. Langkah ini menegaskan bahwa meski tren digitalisasi layanan terus berkembang, kehadiran fisik tetap dianggap penting dalam strategi layanan pelanggan XLSMART.
Mengapa ini penting
Bagi industri telekomunikasi yang semakin kompetitif, kualitas layanan pelanggan menjadi salah satu faktor pembeda utama di tengah tawaran produk dan tarif yang relatif serupa antaroperator. Penambahan gerai layanan fisik menunjukkan bahwa XLSMART masih memandang interaksi langsung sebagai elemen penting dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan, terutama untuk kebutuhan yang memerlukan penanganan personal seperti keluhan teknis atau migrasi layanan pascamerger.
Langkah ini juga relevan dalam konteks integrasi pascapenggabungan XL Axiata dan Smartfren menjadi XLSMART, di mana konsistensi pengalaman pelanggan di berbagai titik layanan menjadi tantangan tersendiri. Perluasan jaringan XL Center dapat dibaca sebagai bagian dari upaya menjaga kontinuitas layanan selama masa transisi tersebut.
Sudut pandang Renascence
Penambahan gerai fisik sering dianggap sebagai langkah operasional biasa, padahal ia menyimpan sinyal strategis yang lebih besar soal bagaimana sebuah entitas hasil merger berusaha menstabilkan pengalaman pelanggan di tengah perubahan organisasi.
Banyak yang akan melihat ini sekadar “pembukaan gerai baru”, padahal titik sentuhnya jauh lebih penting: pasca-merger, pelanggan paling rentan kehilangan kepercayaan justru saat mereka butuh bantuan manusia, bukan aplikasi. Operator yang benar-benar berorientasi pada pelanggan semestinya memastikan setiap gerai baru ini dilengkapi standar layanan yang konsisten dan terlatih menangani isu-isu transisi merger — bukan hanya menjadi etalase baru dengan logo berbeda.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.
