Customer Experience · 11 October 2026
Maimonides Health & myLaurel: Readmisi RS Turun 43%
Maimonides Health dan myLaurel melaporkan penurunan 43% tingkat readmisi rumah sakit serta kepuasan pasien tinggi setelah satu tahun kolaborasi perawatan pasca-pulang rawat.
Apa yang terjadi
Maimonides Health dan myLaurel mengumumkan hasil tahun pertama kolaborasi klinis mereka, dengan penurunan 43% pada tingkat readmisi rumah sakit serta tingkat kepuasan pasien yang tinggi. Program ini berfokus pada koordinasi perawatan pasca-pulang rawat (post-discharge care), di mana myLaurel menyediakan layanan perawatan di rumah dan pemantauan lanjutan bagi pasien yang baru keluar dari fasilitas Maimonides Health.
Kedua organisasi menyebut hasil ini sebagai bukti bahwa model perawatan terkoordinasi — yang menjembatani transisi dari rumah sakit ke rumah pasien — dapat secara nyata mengurangi kebutuhan pasien untuk kembali dirawat inap dalam periode pasca-perawatan yang kritis.
Mengapa ini penting
Readmisi rumah sakit selama ini menjadi salah satu titik gesekan paling mahal dan paling melelahkan secara emosional dalam perjalanan pasien, sering kali dipicu oleh komunikasi yang terputus, kurangnya pemantauan, atau pasien yang merasa ditinggalkan begitu keluar dari rumah sakit. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana desain layanan yang menghubungkan titik transisi — bukan sekadar menambah teknologi di satu titik kontak — dapat mengubah hasil klinis sekaligus pengalaman pasien.
Bagi pemimpin di bidang transformasi layanan kesehatan, ini menegaskan bahwa investasi pada koordinasi lintas penyedia layanan, bukan hanya pada satu aplikasi atau alat digital, adalah kunci untuk menutup celah pengalaman yang paling rawan — yaitu momen setelah pasien meninggalkan fasilitas perawatan.
Angka-angka penting
- 43% penurunan tingkat readmisi rumah sakit setelah satu tahun implementasi program bersama.
- Satu tahun adalah periode evaluasi yang dirujuk kedua organisasi untuk mengukur dampak kolaborasi ini.
Pandangan Renascence
Hasil ini menarik bukan karena menghadirkan teknologi baru yang mencolok, melainkan karena menunjukkan nilai dari desain ulang perjalanan pasien di titik yang paling sering diabaikan: transisi keluar dari rumah sakit.
Banyak organisasi layanan kesehatan menaruh perhatian besar pada pengalaman saat pasien berada di dalam fasilitas, namun momen paling rentan justru terjadi setelah pasien pulang — ketika dukungan sering kali menghilang begitu saja. Prinsip di balik hasil Maimonides Health dan myLaurel sederhana: kepercayaan pasien dibangun melalui kesinambungan, bukan episode layanan yang terputus-putus. Operator layanan kesehatan yang ingin meniru hasil ini perlu melihat readmisi bukan sebagai metrik klinis semata, melainkan sebagai sinyal kegagalan desain layanan pada fase transisi — dan mulai merancang kontinuitas perawatan selayaknya merancang pengalaman pelanggan di industri lain.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in Customer Experience
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.
