General · 11 October 2026
Telkomsel Gelar Ratusan BTS 4G dan 5G untuk MotoGP Mandalika
Telkomsel menyiapkan ratusan BTS 4G dan belasan BTS 5G di sekitar Sirkuit Mandalika untuk mengantisipasi lonjakan trafik data selama gelaran MotoGP.
Apa yang terjadi
Telkomsel mengumumkan kesiapan infrastruktur jaringan untuk mendukung gelaran MotoGP Mandalika, dengan menyediakan ratusan base transceiver station (BTS) berteknologi 4G serta belasan BTS 5G di sekitar area sirkuit dan kawasan penyelenggaraan. Penambahan kapasitas ini ditujukan untuk mengantisipasi lonjakan trafik data dari penonton, kru media, dan peserta selama rangkaian acara berlangsung.
Langkah ini merupakan bagian dari persiapan operator untuk memastikan layanan komunikasi tetap stabil di tengah kepadatan pengunjung yang biasanya terjadi selama event balap internasional berskala besar seperti MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok.
Mengapa ini penting
Penguatan jaringan di lokasi event besar bukan sekadar urusan teknis, melainkan juga cerminan bagaimana kesiapan infrastruktur telekomunikasi berdampak langsung pada pengalaman pengunjung, media, dan peserta di lapangan. Konektivitas yang stabil memungkinkan penonton membagikan momen secara real-time, kru produksi menyiarkan acara tanpa gangguan, serta sistem operasional acara—mulai dari tiket digital hingga pemantauan keramaian—berjalan lancar.
Bagi pelaku industri telekomunikasi dan penyelenggara acara besar, kasus ini menegaskan bahwa kapasitas jaringan kini menjadi bagian tak terpisahkan dari desain pengalaman sebuah event, sejajar dengan logistik dan keamanan.
Angka-angka penting
- Ratusan BTS 4G dikerahkan Telkomsel untuk mendukung gelaran MotoGP Mandalika.
- Belasan BTS 5G tambahan disiapkan di area sirkuit dan sekitarnya.
Pandangan Renascence
Di balik angka penambahan BTS, ada prinsip pengalaman yang sering terlewat: konektivitas adalah bagian dari "service blueprint" sebuah event besar, bukan sekadar infrastruktur pendukung di belakang layar.
Banyak penyelenggara masih memperlakukan jaringan telekomunikasi sebagai utilitas yang "pokoknya ada", padahal di titik-titik dengan kepadatan ekstrem seperti sirkuit balap, kegagalan sinyal justru menjadi momen kegagalan layanan yang paling diingat pengunjung—lebih dari sekadar antrean atau fasilitas fisik. Operator dan penyelenggara yang serius pada pengalaman semestinya memetakan titik-titik beban trafik tertinggi (area tribun, pit lane, zona media) dan memperlakukan kapasitas jaringan di titik-titik itu sebagai bagian dari janji layanan kepada pengunjung, bukan sekadar perhitungan teknis cakupan sinyal.
Sources
This briefing was written by our Newsdesk, synthesising reporting from the outlets below. Follow the links for the original coverage.
FAQ
Questions we get on this topic
More in General
Stay ahead of CX
Get the signal, not the noise.
The stories shaping customer experience — plus the Journal and Experience Loom — in your inbox.
